Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mengungkapkan bahwa seorang pelajar yang terkena bacokan senjata tajam di Jalan Satria, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Kamis (7/5) lalu adalah korban tawuran dari dua kelompok pelajar.
Pelajar berinisial A itu sebelumnya sempat diduga sebagai korban begal karena sepeda motornya dikatakan dibawa kabur setelah dirinya dibacok orang tak dikenal.
“Jadi setelah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut dan juga kita minta keterangan dari para saksi maupun korban, kejadian ini adalah konflik antara dua kelompok pelajar yang menyebabkan terjadinya penyerangan yang terjadi di Jalan Satria,” ujar Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Reza mengatakan sepeda motor yang diboncengi korban telah ditemukan di sebuah gang di wilayah Tambora.
“Motor tersebut ditemukan ditinggalkan begitu saja di sebuah gang di daerah Tambora. Saat ditemukan, motor langsung kami amankan ke Polsek,” ujarnya.
Meski begitu, polisi masih mendalami pihak yang membawa motor korban dari lokasi kejadian.
Hal itu karena di area tersebut tidak terdapat kamera pengawas yang mengarah langsung ke titik penyerangan.
"Kami belum bisa memastikan apakah kelompok penyerang yang mengambil motornya atau orang lain,” katanya.
Kronologi tawuran
Berdasarkan keterangan saksi dan korban, Reza menjelaskan awalnya kelompok pelajar itu hanya berkumpul di depan Terminal Grogol untuk nongkrong.
Namun situasi berubah setelah datang kelompok lain yang diduga hendak menyerang sambil membawa senjata tajam.
“Saat melihat kelompok penyerang, mereka lari membubarkan diri, tapi ada yang tetap dikejar oleh kelompok ini sehingga terjadilah penyerangan tersebut,” ucap Reza.
Dalam kasus ini, polisi menyebut para pihak memilih menyelesaikan persoalan secara damai.
Polisi turut mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran maupun kegiatan negatif lainnya.
“Kami juga mau menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orang tua tolong sampaikan kepada anak-anaknya, jika sudah tidak ada kepentingan lagi di luar atau kegiatan lain, lebih baik di rumah saja," ujar Kapolsek.
Sementara itu, kondisi korban saat ini mulai membaik meski masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras.
Dalam serangan yang terjadi pada Kamis (7/5) itu, korban mengalami luka tusuk hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.
Korban yang terkapar dengan kondisi seragam sekolah berlumuran darah terekam sebuah video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar.
Tayangan berdurasi sekitar 30 detik itu memperlihatkan seorang remaja terkapar bersimbah darah setelah menjadi korban penyerangan bersenjata tajam.
Warga sekitar terlihat mengerumuni korban sebelum akhirnya korban digotong ke Rumah Sakit Sumber Waras.
Video itu juga menunjukkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis celurit yang diduga digunakan untuk melukai korban.
Baca juga: Pelajar pelaku pembacokan di Jakarta Barat diringkus polisi
Baca juga: Seorang pria tewas dibacok orang tak dikenal di Cengkareng Jakbar
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·