Aparat kepolisian menyelidiki insiden dua pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat gedung kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4) malam. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu korban berinisial R meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berinisial M mengalami luka-luka.
Penyelidikan kini berfokus pada pengakuan korban yang menyebut adanya tindakan tidak menyenangkan dari sang majikan selama mereka bekerja di lokasi tersebut. Dilansir dari Detikcom, polisi tengah mendalami keterangan yang menyebutkan bahwa para pekerja merasa tertekan dan tidak betah.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima informasi awal mengenai alasan para pekerja tersebut nekat melompat dari ketinggian.
"Mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak," ungkap AKBP Roby Saputra.
Pihak kepolisian belum bisa memastikan detail tindakan yang dimaksud oleh korban karena proses pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung hingga saat ini.
"Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan," jelas Roby.
Kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik rumah atau majikan kedua korban tersebut untuk mengklarifikasi tuduhan yang ada.
"Ya pastilah (majikan akan diperiksa)," imbuhnya.
Berdasarkan laporan kronologi sementara, kedua PRT tersebut mencoba melarikan diri dari kediaman majikannya secara bersama-sama sebelum ditemukan terjatuh dari lantai empat gedung.
"Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja," kata Roby Saputra.
Korban selamat saat ini dilaporkan sedang menjalani perawatan medis akibat patah tulang tangan yang dideritanya pascainsiden tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·