Polisi selidiki kasus pelecehan seksual di peron Stasiun Kebayoran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Polisi menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di kolong peron Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/5).

“Kejadian tersebut memang benar. Kami telah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak KAI,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Joko menanggapi terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria diduga melakukan aksi tidak senonoh dengan bersembunyi di kolong peron stasiun.

Dalam rekaman tersebut, pria yang belum diketahui identitasnya itu diduga merekam secara diam-diam ke arah rok penumpang perempuan yang sedang naik dan turun dari kereta Commuter Line, khususnya di area gerbong khusus wanita.

Aksi pelaku kemudian dipergoki oleh salah satu penumpang. Namun saat hendak ditegur, pria tersebut justru melarikan diri dan menghilang ke bawah peron.

Menindaklanjuti video viral tersebut, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Polisi telah memintai keterangan sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Meskipun belum ada laporan resmi dari korban, kata Joko, pihaknya tetap melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

“Hingga saat ini, belum ada korban yang datang untuk melapor,” ujarnya.

Joko pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan pelecehan agar pelaku dapat segera ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, pihaknya juga meminta PT KCI untuk menutup celah di area peron guna mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, PT KCI melalui pernyataannya menegaskan, tidak menoleransi segala bentuk pelecehan di lingkungan transportasi publik. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, khususnya perempuan.

"KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespon laporan-laporan yang mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal," kata Manager Public Relations KCI Leza Arlan.

Baca juga: 36 kasus pelecehan seksual terjadi di Commuter Line dan KAJJ pada 2025

Baca juga: KAI Commuter tindaklanjuti dugaan pelecehan di Stasiun Tanah Abang

Baca juga: Pelaku dan korban pelecehan seks di Stasiun Tanah Abang sepakat damai

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.