Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur menangkap empat pria spesialis pencurian dengan modus ganjal mesin ATM yang telah beraksi di tujuh lokasi berbeda. Komplotan tersebut diringkus di Jatisampurna, Bekasi, setelah menguras saldo rekening seorang korban hingga mencapai ratusan juta rupiah di wilayah Cipayung.
Keempat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial HF, A, AT, dan D. Berdasarkan laporan kepolisian tanggal 23 Maret 2026, aksi terakhir mereka terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Pemeriksaan awal kami, ini ada pelaku yang telah melakukan aksinya itu sebanyak tujuh kali setelah dia keluar, karena ada salah satu pelaku juga memang residivis untuk kejahatan serupa. Yang bersangkutan pernah ditahan di Magelang. Jadi memang kami sampaikan di sini keempat pelaku ini memang spesialis ganjal ATM," kata Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Bayu Kurniawan dalam jumpa pers, Rabu (22/4/2026).
Polisi melakukan analisis mendalam sebelum akhirnya melacak keberadaan para tersangka di wilayah perbatasan Jakarta dan Jawa Barat. Komplotan ini tidak hanya beroperasi di ibu kota, tetapi juga menyasar mesin ATM di kota-kota lain.
"Dan untuk lain-lainnya itu beberapa di luar wilayah Jakarta Timur, ada di Cilegon dan wilayah lainnya, ada di Jawa Tengah dan di tempat-tempat lainnya. Dan untuk pelaku, dari hasil tadi yang kami sampaikan, analisis yang sudah kami lakukan, kami melakukan penangkapan terhadap empat pelaku di wilayah Jatisampurna, Bekasi," sambung Bayu.
Modus operandi dimulai saat korban kesulitan memasukkan kartu ke dalam mesin ATM yang sebelumnya telah disabotase oleh pelaku. Para tersangka kemudian berbagi peran untuk menjebak korban yang sedang panik.
"Awalnya korban datang ke lokasi untuk melakukan transaksi penarikan ATM. Namun, pada saat korban memasukkan kartu ATM, terjadi kartu ATM tersebut tersangkut di mesin dan mesin tidak dapat digunakan," jelas Bayu.
Saat mesin tidak berfungsi, para pelaku mendekat untuk berpura-pura memberikan bantuan teknis. Mereka membimbing korban agar tetap menekan nomor rahasia pada mesin yang sudah diganjal tersebut.
"Dan pada saat korban memasukkan PIN tersebut, pelaku ini mengamati dan menghafal PIN ATM korban itu sendiri," imbuh Bayu.
Setelah mendapatkan nomor PIN, anggota komplotan lainnya masuk ke dalam gerai ATM untuk meyakinkan korban agar segera meninggalkan lokasi. Korban diarahkan untuk mengurus masalah tersebut langsung ke kantor bank terdekat.
"Nah, pada saat korban berusaha untuk melapor, meninggalkan ATM, maka ada pelaku lain yang mencoba untuk mengambil kartu ATM yang tadi tersangkut di mulut mesin ATM," ucap Bayu.
Korban baru menyadari menjadi sasaran kejahatan setelah melihat saldo di rekeningnya berkurang drastis dalam waktu singkat. Total kerugian materiil dalam satu kali aksi tersebut mencapai angka yang signifikan.
"Nah, pada saat tersebut, ketika korban sudah meninggalkan tempat, korban tanpa sepengetahuannya menyadari bahwa dana korban yang terdapat pada rekeningnya itu terkuras habis. Jadi dalam kejadian ini, dana korban yang hilang tanpa sepengetahuannya itu sebesar 274 juta rupiah," sambung Bayu.
Identifikasi peran masing-masing tersangka juga telah dipetakan oleh penyidik. Pelaku berinisial HF diketahui sebagai eksekutor yang memodifikasi alat khusus untuk menghambat kerja mesin ATM.
"Pertama dengan inisial HF, di mana HF ini memiliki peran untuk memasang alat untuk mengganjal di ATM. Jadi alat yang digunakan itu adalah tusuk gigi yang sudah dimodifikasi oleh pelaku," kata Bayu.
Tersangka A bertugas mendampingi korban saat kesulitan bertransaksi. Tugas utamanya adalah memastikan posisi jari korban terlihat jelas saat menekan tombol angka.
"Selanjutnya kami menangkap pelaku dengan inisial AT yang berperan untuk mengalihkan korban dan menyarankan korban untuk melapor ke bank terdekat, sehingga korban meninggalkan mesin ATM beserta dengan kartu ATM yang tersangkut," kata Bayu.
Pelaku terakhir berinisial D memiliki tugas sebagai pengambil kartu fisik milik korban yang masih tertahan di mesin. Eksekusi dilakukan segera setelah korban menjauh dari lokasi kejadian.
"Dan keempat adalah pelaku dengan inisial D, di mana pelaku ini memiliki peran untuk mengambil ATM korban yang sudah tersangkut di mesin ATM tadi," imbuh Bayu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·