Polres Solok Kota Minta Maaf Terkait Viral Pengawalan di Sitinjau Lauik

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Selasa (14/4/2026) terkait aksi rombongan pengawalan polisi yang berhenti dan berfoto di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang. Insiden tersebut menjadi sorotan tajam di media sosial lantaran dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan di area rawan kecelakaan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Polres Solok Kota dengan didampingi jajaran Kasat Lantas Iptu Akbar Kharisma Tanjung, Kasi Propam AKP Amrizal, serta tim Paminal Polda Sumatera Barat. Mas’ud mengakui terdapat kekeliruan komunikasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan yang memicu persepsi negatif masyarakat.

"Kami dari Polres Solok Kota mengucapkan permohonan maaf. Tentunya ini menjadi evaluasi bagi kami dalam pelaksanaan tugas ke depan," kata Mas’ud, dilansir dari Kompas.com. Ia menegaskan bahwa permohonan maaf ini ditujukan atas ketidaknyamanan yang muncul akibat dokumentasi kegiatan yang dianggap tidak pantas diunggah ke publik.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pengawalan tersebut dilakukan atas permintaan resmi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk keperluan kunjungan kerja pengecekan aset di Kabupaten Solok. Mas’ud mengklarifikasi bahwa status pengamanan yang diberikan merupakan kategori pengawalan terbatas (limited escort) dan bukan prosedur pengamanan VIP atau VVIP.

Kritik dari warganet muncul setelah video yang memperlihatkan deretan kendaraan berhenti di tikungan tajam Panorama 1 viral. Kondisi jalan yang sempit dan curam membuat tindakan rombongan yang turun dari kendaraan untuk berfoto dianggap sebagai pelanggaran keselamatan lalu lintas yang serius.

Menyikapi hal tersebut, Polres Solok Kota kini tengah melakukan pemeriksaan internal terhadap para personel yang terlibat dalam tugas pengawalan tersebut. Mas’ud membuka ruang bagi pemberian sanksi tegas apabila pemeriksaan lanjutan membuktikan adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Propam Polda Sumbar juga telah turun tangan untuk mendalami kasus ini guna memastikan profesionalisme anggota di lapangan. Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar AKBP Andis Anshori menekankan bahwa setiap pengawalan wajib mengutamakan kelancaran arus lalu lintas bagi masyarakat umum tanpa terkecuali.