Presiden Iran tegaskan siap akhiri perang, tetapi masih tak percaya AS

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (6/5) mengatakan bahwa negaranya siap menempuh jalur diplomasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel, sambil menegaskan akan menjaga hak-hak bangsa Iran.

Dalam pembicaraan via telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Pezeshkian mengungkapkan ketidakpercayaan mendalam terhadap AS.

Pezeshkian mengemukakan bahwa ketidakpercayaan itu merujuk pada tindakan permusuhan belum lama ini, termasuk dua serangan terhadap Iran di tengah pembicaraan bilateral, yang dia gambarkan sebagai "menusuk Iran dari belakang," menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs web kantornya.

Pembicaraan telepon itu terjadi setelah Axios sebelumnya pada hari yang sama melaporkan bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan berupa nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang.

Laporan itu menyebutkan bahwa kesepakatan kemungkinan akan mencakup komitmen Iran terhadap moratorium mengenai pengayaan nuklir, sementara AS setuju mencabut sanksi, dengan kedua belah pihak sama-sama mencabut pembatasan terhadap pelayaran melintasi Selat Hormuz.

Iran, AS, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April, setelah 40 hari berperang yang dipicu oleh serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Setelah gencatan senjata tersebut, Iran dan AS menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 dan 12 April, tetapi gagal menghasilkan kesepakatan.

Selama beberapa pekan terakhir, kedua belah pihak saling mengajukan usulan rencana untuk mengakhiri perang, dengan rencana terbaru kini sedang ditinjau oleh Iran.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.