Koordinator Prodi: Aceh masuk sepuluh besar penerima beasiswa LPDP

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Banda Aceh (ANTARA) - Koordinator Prodi Program Studi (Prodi) Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS) Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) Dr Muhammad Aulia, menyatakan Aceh termasuk provinsi kesepuluh terbanyak penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Alhamdulillah, berdasarkan data yang kami terima, Aceh masuk sepuluh besar dan ini akan terus kita maksimalkan agar semakin banyak generasi muda Aceh dapat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi,” katanya di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela kegiatan kolaborasi Sekolah Pascasarjana USK dengan Mata Garuda Aceh dalam penguatan seleksi substansi calon penerima beasiswa LPDP di Aceh.

Ia menjelaskan penguatan yang dilakukan dalam kegiatan workshop dan sharing session tersebut merupakan bagian untuk mempersiapkan sebanyak 45 peserta dari seluruh Aceh yang dinyatakan lulus administrasi dan nantinya mengikuti seleksi wawancara pada awal Mei 2026 secara daring.

Selain Aceh menjadi salah satu provinsi terbanyak memperoleh beasiswa LPDP, Banda Aceh juga mampu mempertahankan peringkat kedua Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari seluruh kota di Indonesia, meskipun masih banyak kerja keras untuk daerah seperti Subulussalam, Simeulue, dan Aceh Barat Daya.

Baca juga: Mendikdasmen: 150 alumni LPDP sebagai teman belajar digital di 3T

Sekolah Pascasarjana (SPs) USK dan Mata Garuda Aceh merupakan wadah alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dari Provinsi Aceh.

Wakil Direktur Bidang Akademik Pascasarjana USK, Dr Muhammad Ikhsan Sulaiman dalam kegiatan tersebut mengatakan Sumber Daya Manusia yang dimiliki Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara tetangga dalam hal tenaga kerja terampil dan berkarya pada level magister dan doktoral.

Oleh karena itu, bonus demografi Indonesia Emas pada tahun 2045 tidak akan terwujud tanpa adanya pengembangan talenta dan industrialisasi melalui pendanaan beasiswa dan riset.

“Ada 4.000 kursi kosong beasiswa yang harus diraih oleh Anda semua,” katanya.

Ketua Mata Garuda Aceh, Wildan Sani Rasyid menambahkan setiap calon akan mengikuti simulasi wawancara, sehingga mereka harus mempersiapkan diri pada seleksi yang dijadwalkan dua minggu lagi.

Wildan menambahkan kegiatan tersebut juga menghadirkan pembicara dari alumni yang sudah studi di luar negeri seperti Fadli Nora Iranda (Inggris), Nadya Shifani (Inggris), Zahra Amalia (Jepang), dan juga yang sedang studi di dalam negeri seperti Hikmat Maswara (Indonesia).

Wildan menegaskan kegiatan yang sama harus lebih masif dilakukan demi Aceh yang lebih inklusif dan merata perkembangannya.

Baca juga: Mata Garuda: LPDP memberikan dukungan optimal untuk studi

Baca juga: Cegah kolusi-nepotisme, program LPDP dinilai perlu perketat seleksi

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.