Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi sineas lintas negara dapat membuka peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film dan mengangkat talenta lokal ke pasar global.
“Kolaborasi lintas negara menjadi langkah konkret untuk membuka lebih banyak peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film. Kementerian Ekraf ingin memastikan Indonesia menjadi destinasi atau lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global,” kata Riefky dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa.
Riefky mengatakan kolaborasi sineas lintas negara antara Indonesia dan Prancis dalam film feature petualangan anak “Happy Eyes" dapat menjadi proyek strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Prancis, khususnya subsektor film, animasi, dan video.
Baca juga: Fadli buka peluang kolaborasi produksi film Syekh Yusuf Al-Makassari
Film "Happy Eyes” diyakini mampu memberi ruang peningkatan kapasitas talenta lokal melalui transfer pengetahuan dari kru berstandar internasional, sekaligus memperluas jaringan profesional sineas Indonesia untuk peluang ko-produksi global.
Menteri Ekraf menambahkan bahwa Pemerintah tengah menyusun skema insentif untuk memperkuat daya saing industri film nasional, termasuk insentif fiskal dan nonfiskal.
“Kementerian Ekraf sedang memfinalisasi skema insentif industri film yang mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate. Kehadiran proyek seperti feature film Happy Eyes menjadi contoh konkret yang dapat memperkaya kebijakan tersebut,” lanjut Teuku Riefky.
Baca juga: Pemerintah ajak koproduksi film sejarah budaya dengan Uzbekistan
Film ini disutradarai, Gilles de Maistre dari Prancis dan didanai StudioCanal France melalui Moana France bekerja sama dengan rumah produksi Indonesia, Jungle Run Production. Kolaborasi ini sejalan dengan implementasi nota kesepahaman (MoU) yang pernah disepakati kedua negara.
Line producer Film “Happy Eyes” Chali Sakyan mengatakan proses pembuatan film sudah berada dalam tahap pre-production dan akan melakukan casting pemain di Indonesia di bulan Mei.
Syuting akan dimulai pada pertengahan Juli sampai September, mengambil tempat di Taman Safari Bogor, Bali, dan beberapa daerah di Indonesia.
Baca juga: Wajah baru film Indonesia, Ifan Seventeen ajak jadi saksi sejarah
Lebih lanjut, produksi film “Happy Eyes” tidak akan berorientasi pada karya sinema semata, tetapi juga membawa misi edukasi dan promosi termasuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan satwa melalui cerita yang diangkat.
Cerita Film “Happy Eyes” terpusat mengenai persahabatan anak perempuan bernama River dengan seekor bayi orangutan bernama Happy. Film ini membawa pesan lingkungan bagi generasi muda supaya semakin banyak yang peduli dan melindungi satwa seperti orangutan yang populasinya terus berkurang.
“Nanti, proyek film ini akan menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara lokasi syuting strategis yang punya keindahan alam dan budaya sehingga menjanjikan investor dari luar negeri,” kata Chali Sakyan.
Baca juga: Menbud buka peluang kerja sama dengan Rusia untuk produksi film
Baca juga: Acha Septriasa perluas kiprah lewat peran baru di sektor produksi film
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·