Purbaya Yudhi Sadewa Bahas Krisis Ekonomi 2008 Bersama Mantan Gubernur BI

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan diskusi mengenai pembelajaran krisis ekonomi periode 2007-2008 dengan mantan Gubernur Bank Indonesia dan perwakilan Bappenas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Langkah penyerapan pengalaman dari para tokoh senior ini dilakukan usai menghadiri rapat terbatas, sebagaimana dilansir dari Kompas TV. Pertemuan tersebut bertujuan memetakan strategi berdasarkan situasi krisis masa lalu.

"Tadi kan banyak senior-senior dari bekas mantan gubernur BI ada satu, dari Bappenas ada berapa orang tuh? Ada dua. Ya, dia sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya," kata Purbaya.

Pemerintah berupaya membedah masukan yang diberikan oleh para pendahulu tersebut guna menjaga stabilitas finansial saat ini. Menurutnya, pandangan dari para pakar tersebut memiliki kesamaan visi dengan langkah pemerintah.

"Itu saja kita pelajari masukan dari mereka apa. Masukan mereka juga sama." kata Purbaya.

Penilaian terhadap ketahanan ekonomi nasional saat ini dianggap jauh lebih kokoh dibandingkan situasi pada krisis moneter tahun 1998 silam. Purbaya menegaskan bahwa indikator makro Indonesia masih menunjukkan posisi yang aman.

"Sebetulnya fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari 2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan depresiasi 4-5 persen kan sebetulnya jauh dan di samping itu fundamental ekonominya bagus sekali," ujar Purbaya.

Faktor eksternal dan sentimen publik diidentifikasi menjadi pemicu fluktuasi mata uang yang terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, strategi komunikasi publik yang tepat sasaran akan menjadi fokus perbaikan ke depan.

"Dan mereka juga bilang mungkin persepsi orang yang membuat ada tekanan ke nilai tukar. Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik." ujar Purbaya.

Pemerintah turut memberikan imbauan optimistis bagi investor domestik agar tetap aktif bergerak di instrumen pasar modal nasional. Perbaikan struktur ekonomi secara berkelanjutan diyakini akan langsung memberikan dampak positif pada pergerakan pasar saham dalam waktu dekat.

"Nggak usah takut, kalau main pasar saham, kita akan perbaikin terus ekonominya ke depan. Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan udah lari kencang," kata Purbaya.