Rektor Unhas: Kampus harus menjadi bagian dari solusi bangsa

Sedang Trending 58 menit yang lalu
...Inovasi yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi dampak nyata bagi kehidupan

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa melalui inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Prof JJ dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan mandat perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kini harus dimaknai secara lebih luas.

Pendidikan tinggi, kata Prof Jamaluddin Jompa dalam pidato pengukuhan wisudawan periode Mei 2026 di Makassar, tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul di ruang kelas, tetapi juga harus mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat, katanya

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Unhas terus memperkuat inovasi dan hilirisasi riset agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberi dampak langsung bagi pembangunan nasional.

Ia menjelaskan, Unhas telah mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan benih jagung unggulan, varietas Ayam Alope, hingga pengelolaan peternakan modern closed house yang menjadi bagian dari penguatan sektor agrokompleks universitas.

“Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Inovasi yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi dampak nyata bagi kehidupan,” ujar Prof Jamaluddin Jompa.

Rektor dalam momentum tersebut sekaligus mengingatkan bahwa gelar akademik dan ijazah bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Dirinya mengajak para lulusan untuk terus menjaga integritas, memiliki keberanian mengevaluasi diri, serta tidak berhenti belajar di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.

Baca juga: Pemerintah gaet Harvard untuk perkuat pendidikan kedokteran Tanah Air

Baca juga: Kemdiktisaintek dorong kampus menjadi lokomotif peradaban

Baca juga: Komisi X: Perguruan tinggi tak boleh hanya jadi pabrik tenaga kerja

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.