Rupiah Melemah ke Rp17.528 akibat Kenaikan Harga Minyak Dunia

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami depresiasi signifikan hingga menyentuh angka Rp17.528 pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi tekanan eksternal dari lonjakan harga minyak mentah global dan sentimen domestik terkait keterbatasan ruang fiskal Indonesia.

Data perdagangan menunjukkan mata uang Garuda dibuka melemah 0,14% ke posisi Rp17.525 per dolar AS, namun tak lama kemudian merosot 0,16% ke level Rp17.528 per dolar AS. Berdasarkan laporan Bloombergtechnoz, posisi ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kedua di kawasan Asia pada sesi pembukaan tersebut.

Tekanan utama berasal dari harga minyak mentah dunia yang melonjak hingga mencapai US$107 per barel akibat ketidakpastian penyelesaian konflik global. Kondisi ini memberikan dampak sensitif bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi serta memiliki struktur subsidi bahan bakar yang rentan terhadap fluktuasi harga internasional.

Pasar mengkhawatirkan munculnya tekanan ganda terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di mana beban subsidi energi berpotensi membengkak. Di sisi lain, penerimaan negara dinilai belum cukup kuat untuk menopang belanja yang agresif, ditambah adanya penundaan kebijakan kenaikan royalti hasil tambang sebagai sumber pendapatan.

Ruang fiskal nasional saat ini berada dalam kondisi terbatas karena kewajiban undang-undang yang mengharuskan defisit terjaga di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Investor cenderung bersikap negatif melihat sempitnya ruang fiskal tersebut yang berdampak pada rendahnya posisi tawar rupiah di pasar global.

Beban rupiah hari ini semakin berat menyusul adanya aktivitas rebalancing oleh indeks MSCI di pasar saham domestik. Meskipun Indonesia tetap bertahan dalam Indeks MSCI Emerging Markets, namun bobot representasinya tercatat menurun dari sebelumnya 0,68% menjadi 0,57%.

Pergerakan nilai tukar hari ini diprediksi masih akan menghadapi tekanan depresiasi lanjutan tanpa adanya sentimen positif yang kuat. Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang target antara Rp17.450 hingga Rp17.550 per dolar AS hingga penutupan perdagangan.