Rupiah Menguat ke Rp 17.716 per Dollar AS pada Perdagangan Spot

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nilai tukar rupiah bergerak menguat ke level Rp 17.716 per dollar AS pada perdagangan pasar spot hari Senin (25/5/2026) pagi, seperti dilansir dari Money.

Mata uang Garuda mencatat kenaikan sebesar 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya berdasarkan data Bloomberg pukul 10.15 WIB.

Kenaikan ini terjadi di tengah langkah sejumlah bank nasional yang menetapkan harga jual dollar AS hingga mencapai posisi tertinggi Rp 17.870 per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan mata uang domestik akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 sampai Rp 17.750 per dollar AS sepanjang hari ini.

Apresiasi ini didorong oleh sentimen positif dari ekspektasi penurunan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta merosotnya harga minyak mentah dunia setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait perkembangan konstruktif perundingan dengan Iran.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dollar AS. Range Rp 17.600-17.750," ujar Lukman Leong, Analis mata uang Doo Financial Futures.

Situasi tersebut memicu para pelaku pasar untuk kembali mengalirkan modal ke aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Kondisi internal ikut membaik setelah pasar saham domestik ditutup pada zona hijau pada perdagangan Jumat (22/5/2026), meskipun ancaman tekanan tetap membayangi akibat defisit neraca transaksi berjalan Indonesia yang mencapai 4 miliar dollar AS pada Kuartal I 2026.

Adapun berdasarkan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Jumat (22/5/2026), nilai tukar rupiah berada pada tingkat Rp 17.717 per dollar AS, atau melemah dari posisi hari Kamis (21/5/2026) di level Rp 17.673 per dollar AS.