Rusia Serang Ukraina Menggunakan Rudal Hipersonik Baru Oreshnik

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Serangan udara masif Rusia yang menggunakan 90 rudal dan 600 drone menghantam Kota Kyiv, Ukraina, pada Minggu kemarin hingga menewaskan empat orang dan melukai 50 warga lainnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Moskow mengerahkan rudal hipersonik baru bernama Oreshnik dalam gempuran tersebut.

Gempuran mematikan ini memicu kekhawatiran besar bagi Ukraina karena spesifikasi teknis senjata baru Rusia tersebut dinilai sangat mengerikan, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Rudal Oreshnik merupakan jenis rudal balistik jarak menengah (IRBM) dengan daya jelajah mencapai 3.000 hingga 5.500 kilometer.

Senjata ini memiliki kecepatan jelajah hingga Mach 11 atau sekitar 13.580 kilometer per jam dan diklaim tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara saat ini. Selain itu, jangkauan Oreshnik dari wilayah Rusia mampu mencakup seluruh benua Eropa serta dapat dipasangi hulu ledak nuklir.

Kemampuan destruktif dari senjata taktis ini juga pernah dipaparkan secara langsung oleh pemimpin tertinggi Rusia terkait potensi dampak ledakan yang dihasilkan di area target.

"Semua yang ada di pusat ledakan, hancur jadi debu," kata Putin.

Pernyataan tersebut merujuk pada klaim tahun 2024 ketika Presiden AS Vladimir Putin menyebut panas ledakan rudal tersebut bisa menyamai suhu permukaan matahari. Oreshnik menggunakan sistem Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle (MIRV) yang mampu membawa enam hulu ledak sekaligus dengan target terpisah.

Setiap hulu ledak tersebut dapat membawa enam submunisi peledak, sehingga satu peluncuran Oreshnik setara dengan 36 serangan udara terpisah. Analisis mengenai dampak peluncuran senjata mutakhir ini turut dipaparkan oleh peneliti dari S Rajaratnam School of International Studies (RSIS).

"Bahkan dengan hulu ledak high explosive biasa, banyak target akan hancur. 1 Rudal ini setara dengan satu serangan udara secara keseluruhan," kata Dr Nah Liang Tuang, peneliti dari S Rajaratnam School of International Studies (RSIS).

Lebih lanjut, Dr Nah Liang Tuang menyatakan bahwa pihak militer Ukraina saat ini belum memiliki rudal anti-balistik yang mampu menangkis serangan Oreshnik. Berdasarkan klaim Rusia, rudal ini juga memiliki kemampuan khusus untuk menghancurkan bunker pertahanan hingga kedalaman tiga sampai empat lantai di bawah tanah.