Sektor Kecerdasan Buatan Dorong Rekor Baru Indeks S&P 500 dan Nasdaq

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat ditutup pada zona hijau dengan kenaikan signifikan pada indeks S&P 500 dan Nasdaq yang mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Senin (11/5/2026). Penguatan ini didorong oleh antusiasme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) meskipun pasar menghadapi risiko inflasi akibat kenaikan harga minyak.

Kenaikan pasar didominasi oleh pergerakan saham sektor semikonduktor yang melonjak melalui indeks PHLX Semiconductor sebesar 2,6 persen. Dilansir dari Money, indeks Dow Jones Industrial Average terapresiasi 95,31 poin atau 0,19 persen ke posisi 49.704,47, sementara S&P 500 naik 13,91 poin ke level 7.412,84 dan Nasdaq Composite bertambah 27,05 poin menjadi 26.274,13.

Analis strategi investasi Baird, Ross Mayfield, mengamati bahwa sektor infrastruktur AI dan chip saat ini memiliki daya dorong yang sangat kuat secara mandiri di pasar modal.

"Momentum di sektor AI dan chip tampaknya berjalan sendiri, terlepas dari sentimen berita maupun pengumuman tertentu," ujar Mayfield.

Di sisi lain, kewaspadaan mulai muncul dari kalangan investor senior yang melihat adanya risiko gelembung pada reli saham teknologi saat ini. Investor Michael Burry menyampaikan peringatan melalui platform Substack mengenai kondisi pasar yang dinilai sudah mencapai titik jenuh.

"Pasar sudah melampaui batas," tulis Burry.

Pertumbuhan kinerja emiten juga menjadi fondasi penguatan pasar, di mana 83 persen dari 440 perusahaan S&P 500 yang sudah melapor berhasil melampaui ekspektasi laba. Chief Equity Strategist U.S. Bank Wealth Management, Terry Sandven, menekankan pentingnya pertumbuhan laba tersebut bagi reli pasar yang sedang berlangsung.

Namun, Sandven juga mencatat adanya pergeseran fokus investor kembali ke aspek geopolitik dan data ekonomi makro setelah berakhirnya musim laporan keuangan.

Kekhawatiran inflasi kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perdamaian, yang secara langsung memicu kenaikan harga minyak mentah. Situasi ini berdampak pada koreksi saham maskapai seperti Southwest Airlines dan Delta Air Lines yang turun antara 2,9 hingga 4,4 persen karena potensi tergerusnya margin laba akibat harga bahan bakar.

Investor kini mengalihkan perhatian pada rangkaian data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini, meliputi indeks harga konsumen (CPI), data penjualan ritel, serta angka produksi industri. Selain itu, rencana pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing menjadi agenda strategis yang dipantau pasar untuk membahas isu perdagangan hingga teknologi AI.