Selebgram Turki Karagul Ditahan Usai Tikam Perempuan Saat Siaran Langsung

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Seorang pesohor media sosial asal Turki, Merve Ceran yang dikenal dengan nama Karagul, resmi ditahan oleh otoritas hukum setelah melakukan aksi penikaman terhadap seorang perempuan di Distrik Osmangazi, Provinsi Bursa. Insiden berdarah tersebut terjadi pada Senin malam, 20 April 2026, ketika pelaku sedang melakukan siaran langsung di platform TikTok.

Peristiwa ini bermula saat Ceran terlibat perselisihan verbal dengan seorang perempuan berinisial G.Ö. di kawasan lingkungan Demirtas. Pertengkaran tersebut dengan cepat memuncak menjadi kekerasan fisik di mana Ceran mengeluarkan sebilah pisau dari saku pakaiannya dan menyerang korban secara membabi buta di hadapan para penonton siarannya.

Berdasarkan laporan nefes.com.tr, korban menderita luka tusuk di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, telinga, dan dada. Warga di sekitar lokasi kejadian sempat berusaha menghentikan aksi brutal tersebut sebelum tim medis melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Selama melakukan serangan, pelaku terekam melontarkan ancaman kepada orang-orang di sekitarnya dan para pengikutnya di media sosial. Aksi tersebut memicu kepanikan di kalangan netizen yang menyaksikan momen kekerasan itu secara real-time sebelum layar siaran akhirnya menjadi gelap.

"Hepinizi bu hale getiririm. Beni siz bu hale getirdiniz" ancam Merve Ceran, pelaku penikaman.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ceran di tengah kerumunan warga yang mencoba melerai perselisihan. Dilansir dari kibrisgazetesi.com, pihak kepolisian segera mengamankan pelaku di lokasi kejadian, namun Ceran diketahui tetap melanjutkan siaran langsungnya bahkan saat berada di dalam kendaraan patroli petugas.

Setelah menjalani proses pemeriksaan di kantor polisi, Merve Ceran kemudian dibawa ke gedung pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hakim memutuskan untuk menahan pelaku dan mengirimnya ke penjara sembari menunggu proses persidangan lebih lanjut atas dakwaan penganiayaan berat.

Catatan hukum menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya Ceran berurusan dengan aparat. Pada tahun 2024, ia pernah ditahan dan ketiga anaknya diambil alih oleh perlindungan negara setelah terbukti melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya yang juga sempat disiarkan melalui platform digital.