Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Suasana duka menyelimuti kediaman Nurlaela (37), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Di kediamannya Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, keluarga dan kerabat terus berdatangan untuk bertakziah.
Paman korban, Mulyadi di rumah duka pada Selasa menuturkan kondisi jenazah almarhumah saat tiba di rumah dalam keadaan utuh, meski mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.
"Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam," kata Mulyadi.
Baca juga: Basarnas: 3 penumpang masih terjepit, petugas gantian potong besi KRL
Mulyadi mengungkapkan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga sempat mencari keberadaan korban sejak Senin (27/4) malam.
"Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," katanya.
Keluarga sempat cemas lantaran Nurlaela tak kunjung pulang dan telepon genggamnya diangkat pihak lain yang memberi informasi bahwa ponsel korban ditemukan, namun keberadaan korban belum diketahui.
"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ucapnya.
Baca juga: Menhub kawal proses evakuasi korban tabrakan kereta di Bekasi Timur
Nurlaela sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Almarhumah rutin menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang bekerja.
"Dia setiap hari memang naik KRL, pagi dan sore. Memang kerjanya mengajar di sana," ujar Mulyadi.
Almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Tiga bulan lalu Nurlaela baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
"Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," tuturnya.
Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.
Baca juga: KAI Sampaikan Duka Mendalam, Pastikan Setiap Korban Tertangani, Keluarga mendapatkan Informasi
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·