Jakarta (ANTARA) - Penyanyi ternama Shakira mengenakan hiasan kepala karya desainer aksesoris Rinaldy A. Yunardi dalam video klip lagu baru "Choka Choka" hasil kolaborasinya dengan penyanyi Anitta.
"Aku bahagia dan bangga mendapatkan permintaan kembali dari Shakira untuk ketiga kalinya memakai karyaku," kata Rinaldy kepada ANTARA pada Kamis.
Desainer kelahiran Medan itu menuturkan bahwa dia sekitar satu setengah bulan lalu menerima permintaan dari pihak Shakira untuk membuatkan tiara.
Namun, permintaan tersebut tidak disertai dengan penjelasan mendetail mengenai desain hiasan kepala yang diinginkan oleh sang musisi.
"Karena tidak diberikan secara detail, maka saya harus mempelajari dan melihat kembali style Shakira di sosial media dan video clip sebelumnya," kata Rinaldy.
Ia menyampaikan bahwa proses pembuatan tiara pesanan penyanyi dan penulis lagu asal Kolombia itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Baca juga: Kylie Jenner pakai mahkota rancangan desainer aksesoris Tanah Air
Baca juga: Rinaldy Yunardi pamerkan perhiasan hasil akulturasi budaya Tiongkok
Rinaldy membuat tiara berbahan logam dan kawat dengan detail ukiran dan dodokan, yang merupakan ciri khas desain perhiasan Indonesia, untuk Shakira.
Tiara itu diperindah dengan batu-batu kristal dan juntaian di samping kanan dan kiri kepala.
"Saya selalu berusaha memberikan karya yang indah dan terbaik, semoga cocok dan dapat melengkapi tatanan total look-nya yang diinginkan," kata Rinaldy.
Dia juga mengemukakan keinginan untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik agar bisa ikut mempromosikan budaya Indonesia ke panggung dunia.
"Karena budaya yang beragam adalah kekayaan, jati diri yang dapat dibanggakan. Karena aku cinta berkarya dan cinta budaya untuk Indonesia dan dunia," katanya.
Baca juga: Rinaldy Yunardi rancang bandana untuk Lady Gaga
Baca juga: Tantangan Rinaldy Yunardi siapkan perhiasan untuk Madonna
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·