Kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri masih terbuka luas bagi para peserta yang tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026 melalui pendaftaran jalur mandiri di masing-masing kampus tujuan.
Pengumuman hasil ujian tertulis nasional tersebut dijadwalkan disiarkan secara daring melalui portal resmi pada Senin, 25 Mei 2026, mulai pukul 15.00 WIB. Tahap ini menjadi momen krusial bagi 871.496 peserta yang telah mengikuti UTBK di 74 pusat pelaksanaan PTN seluruh Indonesia hingga akhir April lalu.
Bagi peserta yang belum beruntung, jalur mandiri menjadi alternatif resmi karena proses seleksi, kriteria kelulusan, hingga jadwal pelaksanaannya ditentukan secara independen oleh masing-masing universitas dan bukan oleh panitia pusat nasional. Metode seleksi yang diterapkan pun sangat bervariasi di setiap kampus.
Sebagai contoh, Universitas Negeri Yogyakarta membuka jalur mandiri melalui beberapa skema seperti talent scouting, prestasi olahraga unggul, prestasi akademik, prestasi unggul, skor UTBK-SNBT, Computer Based Test, hingga Rekognisi Pembelajaran Lampau. Sementara itu, Universitas Negeri Semarang menyediakan empat skema utama yang meliputi UTBK internal Unnes, nilai UTBK-SNBT 2026 dari SNPMB, International Undergraduate Program, serta jalur prestasi.
Peluang kelulusan lewat jalur ini didukung oleh data realisasi daya tampung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 76 PTN Akademik tahun 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa jalur mandiri merealisasikan daya tampung sebesar 32 persen, jumlah yang terhitung lebih besar dibandingkan dengan realisasi jalur SNBP yang hanya mencapai 26 persen, sedangkan jalur SNBT berada di angka 41 persen.
Terkait komponen pembiayaan, tirto.id melansir bahwa mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri akan dikenakan skema biaya pendidikan yang berbeda dari jalur nasional. Selain berkewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal per semester, mahasiswa juga dikenakan Iuran Pengembangan Institusi atau uang pangkal yang dibayarkan satu kali di awal perkuliahan, meski besorannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua dan beberapa kampus masih menyediakan kuota untuk pemegang KIP Kuliah.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·