PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Isu mengenai menguatnya peluang sejumlah tokoh asal Kalimantan Tengah (Kalteng), di antaranya Dr. Aswin Usup dan Erlin Hadi, untuk masuk ke dalam bursa kabinet pemerintahan di tingkat pusat mendapat sambutan hangat.
Kabar ini dinilai bukan sekadar rumor politik biasa, melainkan sebuah momentum penting bagi kebangkitan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Pengamat Politik sekaligus akademisi, Ricky Zulfauzan, menyambut positif perbincangan yang beredar di ruang publik tersebut.
Ia menilai bahwa wacana ini merupakan momentum yang tepat untuk mempertegas keterwakilan Kalteng di kancah nasional.
“Sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR), rekan sejawat, sekaligus junior dari Pak Aswin Usup, saya merasa turut berbahagia dan berbangga jika SDM UPR dapat berkarier dan berkiprah di level menteri,” ujar Ricky dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Terkait kapasitas dan kelayakan figur, Dosen FSIP UPR inj juga memberikan catatan khusus kepada sosok Dr. Aswin Usup. Ia menilai Aswin bukan sekadar figur lokal, melainkan ahli yang kapasitas keilmuannya telah diakui dunia.
“Saya cukup mengenal Dr. Aswin. Beliau adalah akademisi yang sangat terkemuka di bidang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Beliau dikenal hingga ke mancanegara, dan tulisan-tulisannya banyak dikutip oleh akademisi di seluruh dunia,” terangnya.

Sementara untuk sosok Erlin Hadi, Ricky menuturkan meski tidak mengenalnya secara dekat secara personal, ia merasa memiliki ikatan kedaerahan yang kuat.
“Secara akar kedaerahan, kami sama-sama berasal dari Kapuas Seberang, Kabupaten Kapuas,” tambahnya.
Di tengah bergulirnya isu tersebut, Ricky tidak terlalu ambil pusing apakah wacana ini akan berujung pada realitas politik atau hanya sebatas spekulasi jelang penyusunan kabinet. Menurutnya, hal terpenting dari isu ini adalah naiknya daya tawar SDM Kalteng.
“Apapun itu, hanya sekadar spekulatif dan isu saja pun tak jadi masalah. Karena hikmah utamanya adalah akhirnya SDM Kalteng juga masuk dalam pusaran pembicaraan di tingkat nasional,” tegas Ricky.
Ke depan, Ricky berharap wacana keterwakilan tokoh Kalteng di pemerintahan pusat dapat benar-benar terealisasi. Ia meyakini, hal tersebut akan membawa dampak jangka panjang yang signifikan bagi pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan peningkatan kualitas manusia.
“Keberadaan perwakilan Kalteng di pemerintahan akan sangat baik untuk kemajuan SDM Kalteng ke depannya. Hal ini juga menjadi motivasi bagi kita, masyarakat Kalteng, untuk tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri, sehingga estafet orang-orang Kalteng di kementerian tidak berhenti di sini. Anak-anak kita juga akan termotivasi agar dapat mengikuti jejak langkah mereka kelak,” pungkasnya. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Isu mengenai menguatnya peluang sejumlah tokoh asal Kalimantan Tengah (Kalteng), di antaranya Dr. Aswin Usup dan Erlin Hadi, untuk masuk ke dalam bursa kabinet pemerintahan di tingkat pusat mendapat sambutan hangat.
Kabar ini dinilai bukan sekadar rumor politik biasa, melainkan sebuah momentum penting bagi kebangkitan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Pengamat Politik sekaligus akademisi, Ricky Zulfauzan, menyambut positif perbincangan yang beredar di ruang publik tersebut.

Ia menilai bahwa wacana ini merupakan momentum yang tepat untuk mempertegas keterwakilan Kalteng di kancah nasional.
“Sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR), rekan sejawat, sekaligus junior dari Pak Aswin Usup, saya merasa turut berbahagia dan berbangga jika SDM UPR dapat berkarier dan berkiprah di level menteri,” ujar Ricky dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Terkait kapasitas dan kelayakan figur, Dosen FSIP UPR inj juga memberikan catatan khusus kepada sosok Dr. Aswin Usup. Ia menilai Aswin bukan sekadar figur lokal, melainkan ahli yang kapasitas keilmuannya telah diakui dunia.
“Saya cukup mengenal Dr. Aswin. Beliau adalah akademisi yang sangat terkemuka di bidang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Beliau dikenal hingga ke mancanegara, dan tulisan-tulisannya banyak dikutip oleh akademisi di seluruh dunia,” terangnya.
Sementara untuk sosok Erlin Hadi, Ricky menuturkan meski tidak mengenalnya secara dekat secara personal, ia merasa memiliki ikatan kedaerahan yang kuat.
“Secara akar kedaerahan, kami sama-sama berasal dari Kapuas Seberang, Kabupaten Kapuas,” tambahnya.
Di tengah bergulirnya isu tersebut, Ricky tidak terlalu ambil pusing apakah wacana ini akan berujung pada realitas politik atau hanya sebatas spekulasi jelang penyusunan kabinet. Menurutnya, hal terpenting dari isu ini adalah naiknya daya tawar SDM Kalteng.
“Apapun itu, hanya sekadar spekulatif dan isu saja pun tak jadi masalah. Karena hikmah utamanya adalah akhirnya SDM Kalteng juga masuk dalam pusaran pembicaraan di tingkat nasional,” tegas Ricky.
Ke depan, Ricky berharap wacana keterwakilan tokoh Kalteng di pemerintahan pusat dapat benar-benar terealisasi. Ia meyakini, hal tersebut akan membawa dampak jangka panjang yang signifikan bagi pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan peningkatan kualitas manusia.
“Keberadaan perwakilan Kalteng di pemerintahan akan sangat baik untuk kemajuan SDM Kalteng ke depannya. Hal ini juga menjadi motivasi bagi kita, masyarakat Kalteng, untuk tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri, sehingga estafet orang-orang Kalteng di kementerian tidak berhenti di sini. Anak-anak kita juga akan termotivasi agar dapat mengikuti jejak langkah mereka kelak,” pungkasnya. (her)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·