Spanyol terima kapal pesiar terkait hantavirus di Kepulauan Canary

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Madrid (ANTARA) - Spanyol akan menerima MV Hondius, kapal pesiar yang terkait dengan hantavirus, di Kepulauan Canary sesuai dengan hukum internasional dan semangat kemanusiaan, demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Spanyol dalam sebuah pernyataan di media sosial, Selasa (5/5).

Menurut pernyataan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berkoordinasi dengan Uni Eropa (UE), telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal yang saat ini berada di dekat Tanjung Verde tersebut, tempat kasus penularan hantavirus terdeteksi dalam pelayarannya.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC) sedang melakukan evaluasi komprehensif terkait situasi di atas kapal tersebut untuk menentukan siapa saja yang memerlukan evakuasi segera di Tanjung Verde.

Para penumpang dan awak kapal lainnya akan meneruskan perjalanan menuju Kepulauan Canary, dengan perkiraan waktu kedatangan tiga hingga empat hari. Pelabuhan spesifik yang akan disinggahi belum ditentukan.

Setibanya di Kepulauan Canary, para penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan medis dan ditangani melalui fasilitas dan sistem transportasi yang telah disiapkan khusus untuk penanganan dan pemindahan.

Proses itu akan dilakukan sedemikian rupa agar dapat menghindari kontak dengan populasi setempat. Langkah-langkah tersebut akan diterapkan sesuai dengan protokol penanganan kasus dan kontak terpadu yang dikembangkan oleh WHO dan ECDC, guna memastikan jaminan keselamatan yang diperlukan.

Pemerintah Spanyol menuturkan rincian lebih lanjut akan diumumkan setelah WHO dan ECDC merampungkan rencana operasionalnya, dan update berita akan disampaikan seiring progres implementasi rencana tersebut.

Operator kapal pesiar Belanda, Oceanwide Expeditions, pada Selasa malam mengonfirmasi bahwa dua awak kapal MV Hondius yang diduga terjangkit hantavirus dan seorang individu lain yang memiliki hubungan dengan tamu yang meninggal dunia pada Sabtu (2/5) akan dievakuasi ke Belanda, meski belum ada jadwal pasti yang diberikan.

Pernyataan pemerintah Spanyol memaparkan bahwa Tanjung Verde tidak memiliki kapasitas untuk melaksanakan operasi tersebut, menjadikan Kepulauan Canary sebagai lokasi terdekat yang sesuai.

Sebagai bagian dari operasi itu, pemerintah Spanyol juga telah menyetujui permintaan dari pemerintah Belanda untuk menerima dokter yang sakit parah dari kapal tersebut, yang akan dipindahkan menuju Kepulauan Canary menggunakan pesawat medis.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.