Penyanyi Stevan Pasaribu kembali dengan karya terbarunya, Lama Tak Bermalam Minggu, sebuah lagu yang relate buat orang yang sibuk dengan rutinitas, namun diam-diam menyimpan rasa sepi yang jarang terucap.
Lama Tak Bermalam Minggu menceritakan tentang seseorang yang jalani kehidupan sehari-hari. Dia berangkat pagi dan pulang larut malam. Sesampainya di rumah enggak ada seorang pun yang menantinya.
"Rutinitas yang berulang itu perlahan menumbuhkan rasa kosong sekaligus harapan sederhana, membayangkan betapa indahnya jika ada seseorang yang menyambut terasa begitu berarti," kata Stevan dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan.
Stevan bekerja sama dengan Kennel Music yang berbasi di Stockholm, Swedia, dalam proses produksi lagu Lama Tak Bermalam Minggu.
Kolaborasi ini memberikan warna musik fresh dengan potongan lirik berbahasa Inggris, sekaligus memperkuat kedalaman rasa dalam lagunya.
Sementara itu, music video Lama Tak Bermalam Minggu menggambarkan tentang keseharian seorang pria yang terjebak dalam rutinitas tanpa jeda dalam keadaan sendiri tanpa ada yang menanti, hingga suatu hari ia secara tak terduga bertemu dengan seorang wanita yang perlahan mengubah suasana hidupnya.
Dari pertemuan sederhana itu, muncul harapan baru yang sebelumnya terasa jauh. Ada kehangatan di tengah sunyi dan membangkitkan kembali keinginan untuk dicintai serta punya alasan untuk kembali merasakan malam minggu.
Lewat lagu Lama Tak Bermalam Minggu, Stevan ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang tidak benar-benar sendiri dalam kesendirian.
Enggak apa-apa jika saat ini belum punya pasangan, karena tiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Jika belum datang sekarang, mungkin waktu sedang kasih ruang agar semuanya hadir di saat paling tepat.
Lagu Lama Tak Bermalam Minggu dari Stevan sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik di gital.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·