Survei: 61 persen warga AS sebut perang melawan Iran adalah kesalahan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Washington (ANTARA) - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa penggunaan kekuatan militer AS terhadap Iran merupakan sebuah kesalahan dan hal ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru yang dirilis pada Jumat (1/5).

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Washington Post-ABC News-Ipsos, sebanyak 61 persen warga AS menyatakan bahwa pengerahan kekuatan militer ke Iran adalah langkah yang keliru.

Selain itu, kurang dari dua dari sepuluh responden percaya bahwa tindakan AS di Iran membuahkan keberhasilan.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar empat dari sepuluh responden menilai operasi tersebut tidak berhasil, sementara empat dari sepuluh lainnya mengatakan "masih terlalu dini untuk disimpulkan".

The Washington Post menyebutkan bahwa perang di Iran ini "sama tidak populernya di mata warga Amerika seperti halnya Perang Irak saat puncak kekerasan pada 2006, serta Perang Vietnam pada awal 1970-an."

Meskipun demikian, jajak pendapat itu menyatakan bahwa dukungan terhadap perang di kalangan pendukung Partai Republik tetap tinggi, dengan 79 persen di antaranya mengatakan serangan tersebut adalah keputusan yang tepat.

Selain itu, sebagian besar warga AS meyakini bahwa aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran membawa berbagai risiko potensial.

Di antaranya, 61 persen responden berpendapat langkah tersebut akan meningkatkan risiko terorisme yang menyasar warga AS, 60 persen percaya hal itu akan memperbesar kemungkinan ekonomi AS jatuh ke jurang resesi, dan 56 persen menyatakan bahwa tindakan AS tersebut berisiko memperlemah hubungan dengan negara-negara sekutunya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.