Tiru Kebijakan Dedi Mulyadi, Remaja Nakal di Banjarmasin Dikirim ke Barak Militer

Sedang Trending 4 hari yang lalu

PROKALTENG.CO-Fenomena kenakalan remaja yang semakin meresahkan di Kota Banjarmasin mendapat perhatian serius dari Pemko Banjarmasin. Anak muda yang keluyuran tengah malam, balapan liar, hingga konvoi membawa senjata tajam dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sepele.

Pemko Banjarmasin bahkan mulai mempertimbangkan program pembinaan khusus ala barak militer seperti yang diterapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengaku prihatin melihat perilaku sebagian remaja yang dinilai mulai mengarah pada tindakan berbahaya dan mengganggu ketertiban umum.

Sebagai langkah lanjutan, Pemko Banjarmasin berencana berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menyiapkan program pendidikan kedisiplinan bagi remaja bermasalah di lingkungan Rindam.

“Saya pikir memang harus dilakukan pendidikan, kalau bisa di Rindam. Nah ini nanti kami akan bicarakan dengan TNI/Polri,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Yamin, program tersebut bukan semata hukuman, melainkan upaya membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda sebagai calon penerus daerah.

“Kemarin viral delapan orang diamankan. Mereka harus diajarkan bahwa mereka ini generasi penerus Kota Banjarmasin. Masa mudanya jangan disia-siakan,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Ia menyebut peserta kemungkinan akan menjalani pembinaan selama beberapa hari, hingga satu pekan di barak dengan materi pelatihan disiplin dan pembentukan mental.

Pemko juga akan menyiapkan skema koordinasi dengan pihak sekolah jika program tersebut benar-benar direalisasikan.

“Kalau memang dijalankan, tentu harus disiapkan anggarannya juga. Karena di sana mereka perlu makan, tempat tidur dan pelatihan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap delapan remaja yang sebelumnya diamankan polisi.

Menurutnya, sebagian besar kasus terjadi pada malam hari di luar jam sekolah. DP3A pun melakukan pendampingan dan edukasi agar para remaja tidak kembali mengulangi perbuatannya.

Ramadhan menyebut sejumlah remaja tersebut memiliki persoalan keluarga, mulai dari tidak memiliki orang tua hingga kondisi broken home yang dinilai membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan dan media sosial.

“Kita asesment dengan pernyataan tidak melakukan lagi. Kalau mengulangi berpotensi anak berhadapan hukum,” ujarnya.

Diketahui, delapan remaja diamankan polisi pada Senin malam (4/5/2026) di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin. Polisi menyita sejumlah celurit panjang, sepeda motor yang digunakan saat konvoi, serta pakaian yang dikenakan saat aksi berlangsung. (jpg)

PROKALTENG.CO-Fenomena kenakalan remaja yang semakin meresahkan di Kota Banjarmasin mendapat perhatian serius dari Pemko Banjarmasin. Anak muda yang keluyuran tengah malam, balapan liar, hingga konvoi membawa senjata tajam dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sepele.

Pemko Banjarmasin bahkan mulai mempertimbangkan program pembinaan khusus ala barak militer seperti yang diterapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengaku prihatin melihat perilaku sebagian remaja yang dinilai mulai mengarah pada tindakan berbahaya dan mengganggu ketertiban umum.

Electronic money exchangers listing

Sebagai langkah lanjutan, Pemko Banjarmasin berencana berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menyiapkan program pendidikan kedisiplinan bagi remaja bermasalah di lingkungan Rindam.

“Saya pikir memang harus dilakukan pendidikan, kalau bisa di Rindam. Nah ini nanti kami akan bicarakan dengan TNI/Polri,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Yamin, program tersebut bukan semata hukuman, melainkan upaya membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda sebagai calon penerus daerah.

“Kemarin viral delapan orang diamankan. Mereka harus diajarkan bahwa mereka ini generasi penerus Kota Banjarmasin. Masa mudanya jangan disia-siakan,” tegasnya.

Ia menyebut peserta kemungkinan akan menjalani pembinaan selama beberapa hari, hingga satu pekan di barak dengan materi pelatihan disiplin dan pembentukan mental.

Pemko juga akan menyiapkan skema koordinasi dengan pihak sekolah jika program tersebut benar-benar direalisasikan.

“Kalau memang dijalankan, tentu harus disiapkan anggarannya juga. Karena di sana mereka perlu makan, tempat tidur dan pelatihan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap delapan remaja yang sebelumnya diamankan polisi.

Menurutnya, sebagian besar kasus terjadi pada malam hari di luar jam sekolah. DP3A pun melakukan pendampingan dan edukasi agar para remaja tidak kembali mengulangi perbuatannya.

Ramadhan menyebut sejumlah remaja tersebut memiliki persoalan keluarga, mulai dari tidak memiliki orang tua hingga kondisi broken home yang dinilai membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan dan media sosial.

“Kita asesment dengan pernyataan tidak melakukan lagi. Kalau mengulangi berpotensi anak berhadapan hukum,” ujarnya.

Diketahui, delapan remaja diamankan polisi pada Senin malam (4/5/2026) di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin. Polisi menyita sejumlah celurit panjang, sepeda motor yang digunakan saat konvoi, serta pakaian yang dikenakan saat aksi berlangsung. (jpg)