Transaksi Pembayaran Digital Kuartal I 2026 Melonjak 37 Persen

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Aktivitas transaksi pembayaran digital di Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 37,69 persen secara tahunan hingga mencapai 14,82 miliar transaksi pada kuartal I 2026. Data capaian positif ini dipicu oleh perluasan akseptasi sistem pembayaran elektronik yang kian meluas di masyarakat.

Lonjakan transaksi ini didorong oleh kenaikan volume pada aplikasi mobile sebesar 11,82 persen secara tahunan serta pertumbuhan internet banking yang mencapai 17,13 persen secara tahunan, dilansir dari Bloomberg Technoz.

"Termasuk transaksi QRIS yang tumbuh mencapai 116,43% (yoy). Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," ujar Perry Warjiyo, Gubernur BI dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Periode Mei 2026, Rabu (20/5/2026).

Selain platform mobile dan internet, infrastruktur pemrosesan transaksi ritel melalui BI-FAST juga mencatat kenaikan volume hingga 1,4 miliar transaksi atau tumbuh sebesar 30,82 persen secara tahunan. Nilai transaksi lewat jalur ritel tersebut terhitung menyentuh angka Rp3.519 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Sebaliknya, perlambatan terjadi pada volume transaksi nilai besar melalui BI-RTGS yang turun tipis 0,2 persen secara tahunan menjadi 2,46 juta transaksi. Kendati volumenya melorot, nominal transaksi menggunakan BI-RTGS tetap mengalami pertumbuhan sebesar 11,26 persen secara tahunan hingga mencapai Rp51.490 triliun pada periode tiga bulan pertama tersebut.