Tri Tito Karnavian Dorong Pemberdayaan Keluarga di Papua Selatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya penerapan program pemberdayaan keluarga yang adaptif di Provinsi Papua Selatan. Penegasan tersebut disampaikan saat melantik Hermina Ewenkos sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Selatan secara virtual, hari ini, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Tri Tito Karnavian menyatakan bahwa pendekatan program di setiap wilayah tidak bisa disamakan karena perbedaan tantangan geografis. Ia meminta agar kekuatan solidaritas masyarakat dan kearifan lokal dijadikan fondasi utama dalam pembangunan keluarga di wilayah tersebut.

"Diperlukan adaptasi, inovasi, dan keberanian untuk merancang program yang benar-benar kontekstual, menyentuh kebutuhan masyarakat, serta mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal," tegas Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 yang menetapkan PKK sebagai mitra strategis pemerintah. Selain itu, tata kelola organisasi ini juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020.

"Amanah ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab strategis untuk menggerakkan pemberdayaan keluarga dan pelayanan dasar masyarakat hingga ke tingkat yang paling bawah," ungkap Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Tri turut menyoroti status registrasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Papua Selatan yang hingga kini belum mengajukan nomor registrasi ke Kementerian Dalam Negeri. Percepatan administrasi ini dinilai krusial agar pembinaan dapat terintegrasi secara nasional sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Berdasarkan regulasi tersebut, Posyandu kini memiliki peran lebih luas dalam menangani enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Cakupan layanan dasar tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta aspek sosial.

Tri juga mendorong adanya kolaborasi lintas perangkat daerah guna memastikan efektivitas program hingga ke level desa. Fokus utama inovasi program diharapkan menyasar pada peningkatan gizi keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, serta optimalisasi potensi pangan lokal di Papua Selatan.