Umat Islam Amalkan Doa Nurbuat untuk Memohon Perlindungan Spiritual

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Umat Muslim di berbagai wilayah terus mengamalkan Doa Nurbuat atau Nurun Nubuwwah sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keberkahan hidup pada Rabu, 15 April 2026. Doa yang bermakna cahaya kenabian ini menjadi salah satu bacaan populer dalam khazanah keislaman klasik meskipun tidak bersumber langsung dari hadis shahih yang masyhur.

Etimologi Nurbuat berasal dari bahasa Arab, yakni nūr yang berarti cahaya dan nubuwwah yang berarti kenabian. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, doa ini dinisbatkan pada riwayat yang dihimpun oleh Imam Abul Qasim Ali Ibn Asakir dalam kitab Tarikh Dimasyq dan sering dimasukkan ke dalam kumpulan doa pilihan oleh para ulama.

H. Hamdan Hamedan, MA., dalam bukunya yang berjudul Malaikat pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi, menjelaskan bahwa doa ini merupakan simbol spiritual yang mengarah pada perlindungan Ilahi. Selain itu, KH. Ustadz Sholechul Azis dalam karyanya menyarankan agar doa ini dibaca secara rutin sebagai bagian dari amalan zikir harian.

"Doa merupakan bagian dari sebab yang ditetapkan Allah untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudarat," kata Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam karya Ad-Da’ wa Ad-Dawa’ sebagaimana dikutip dalam literatur terkait. Penegasan ini mendukung posisi doa sebagai bentuk pengakuan kelemahan manusia di hadapan kekuasaan Tuhan.

Terdapat beberapa keutamaan yang diyakini terkandung dalam amalan ini, di antaranya adalah sebagai wasilah terkabulnya hajat jika dibaca secara istiqamah setelah shalat fardu. Keyakinan masyarakat juga menempatkan doa ini sebagai perisai spiritual untuk melindungi diri dari gangguan makhluk halus maupun energi negatif.

Selain aspek perlindungan, pembacaan Doa Nurbuat secara rutin dikaitkan dengan pencapaian ketenangan batin dan stabilitas emosional bagi pengamalnya. Dalam praktik sosial, doa ini juga sering digunakan sebagai bentuk permohonan keberkahan untuk lingkungan rumah, tempat usaha, hingga sektor pertanian.

Para ulama memandang amalan tradisional ini tetap dapat dijalankan selama isinya mengandung nilai tauhid dan tidak bertentangan dengan prinsip akidah Islam. Doa ini dipandang sebagai ruang harapan bagi manusia dalam menghadapi berbagai ketidakpastian hidup melalui permohonan yang tulus kepada Allah SWT.