Vivo Y600 Turbo dibekali baterai 9000 mAh

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ponsel pintar kelas menengah baru Vivo Y600 Turbo dibekali baterai besar berkapasitas 9000 mAh menurut materi promosi dari perusahaan.

Menurut warta Gizmochina pada Minggu (24/5), Vivo mengklaim baterai ponsel ini dirancang untuk mempertahankan kapasitas yang baik sampai enam tahun penggunaan.

Perusahaan juga menjanjikan kelancaran berkelanjutan dalam penggunaan ponsel selama lima tahun, dengan optimasi perangkat lunak untuk menjaga perangkat tetap responsif selama periode penggunaan jangka panjang.

Menurut Vivo, ponsel ini dapat menjalankan hingga 30 aplikasi secara lancar di latar belakang tanpa perlambatan yang signifikan.

Selain itu, ​​​​​​​Vivo Y600 Turbo telah mendapat peringkat IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap air dan debu serta sertifikasi dalam berbagai uji lingkungan dan ketahanan.

Perangkat yang tersedia dalam pilihan warna biru, putih, dan merah muda ini sudah bisa dipesan di China.

Baca juga: Vivo S60 bakal dibekali baterai 7200 mAh dan pengisian daya 90W

Perusahaan belum mengungkapkan informasi mengenai spesifikasi perangkat keras Vivo Y600 Turbo.

Namun, ponsel ini diperkirakan menyasar pengguna yang mencari performa andal untuk penggunaan sehari-hari, daya tahan baterai lama, dan kemampuan untuk multitasking memadai.

Strategi Vivo yang lebih berfokus pada baterai belakangan semakin terlihat.

Perusahaan tidak hanya mendorong penggunaan baterai dengan kapasitas yang lebih besar, tetapi juga kesehatan baterai dalam jangka panjang, kinerja suhu rendah yang lebih baik, dan umur pakai secara keseluruhan. ​​​​​​​

Vivo Y600 Turbo dijadwalkan dirilis di China pada 25 Mei 2026. Hingga saat ini belum disampaikan apakah ponsel ini juga akan dirilis ke pasar global.

Baca juga: iQOO dikabarkan kembangkan ponsel baru dengan baterai 9.000mAh

Baca juga: Honor dikabarkan garap ponsel berbaterai 12.000mAh dan model dual-cell

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.