Wakapolri Minta Brimob Pakai Prinsip Melayani, Bukan Menghadapi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat memberi arahan ke Brimob di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok. Foto: Dok. Polri

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memberi arahan dalam Rakernis Korbrimob Polri di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Kamis (23/4). Ia meminta Brimob mengedepankan prinsip melayani, bukan menghadapi.

Dalam arahannya, Komjen Dedi menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hibrida yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi.

Komjen Dedi juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”.

"Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat," kata Dedi lewat keterangannya.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat memberi arahan ke Brimob di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok. Foto: Dok. Polri

Selain itu, Wakapolri mendorong penguatan pelaksanaan tugas berbasis riset dengan memanfaatkan ekosistem akademik melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris.

"Sejalan dengan itu, percepatan adaptasi teknologi modern menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan," ujar Dedi.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat memberi arahan ke Brimob di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok. Foto: Dok. Polri

Sebagai arah pengembangan ke depan, Wakapolri menjabarkan road map transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase utama, yaitu pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian keunggulan global (world class), baik pada domain fisik maupun siber.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasukan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas personel yang profesional, unggul, dan humanis.