Den haag (ANTARA) - Pemerintah Belanda memutuskan bahwa warga mereka yang menumpang kapal pesiar MV Hondius dan tidak menunjukkan gejala hantavirus akan menjalani karantina di rumah selama enam pekan setelah kedatangan di Belanda.
Menurut surat yang dikirim kepada parlemen pada Jumat oleh Kementerian Luar Negeri Belanda serta Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan, dan Olahraga Belanda, saat ini tidak ada orang di kapal yang menunjukkan gejala penyakit.
Operator kapal pesiar Belanda Oceanwide Expeditions,dalam sebuah pernyataan pada Kamis (7/5) mengatakan kapal tersebut sedang berlayar menuju pelabuhan Granadilla di Tenerife, Spanyol. Perjalanan tersebut diperkirakan akan memakan waktu tiga hingga empat hari, dengan kapal itu dijadwalkan tiba di Tenerife di Kepulauan Canary pada Minggu (10/5) pagi waktu setempat.
Surat itu menyatakan bahwa semua penumpang berkewarganegaraan Belanda, serta awak kapal berkewarganegaraan Belanda jika diperlukan, akan dipulangkan sesegera mungkin setelah tiba.
"Penumpang dan awak kapal mana yang akan dijemput dari Tenerife saat ini sedang ditentukan melalui konsultasi dengan otoritas Spanyol dan perusahaan pelayaran," bunyi surat itu.
Menurut Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) Belanda, kemungkinan tertular virus Andes sangat rendah. RIVM menyebut virus tersebut terutama ditularkan melalui kontak dengan kotoran hewan pengerat, khususnya mencit (mice) dan tikus (rat).
Penularan antarmanusia dinilai sangat jarang terjadi dan umumnya hanya terjadi setelah kontak dekat berkepanjangan.
Karena MV Hondius berlayar di bawah bendera Belanda, penumpang berkewarganegaraan lain juga dapat ditampung sementara di Belanda. Mereka juga diwajibkan menjalani karantina selama enam pekan.
"RIVM menilai penampungan tersebut memungkinkan dilakukan," demikian isi surat itu.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·