Jakarta (ANTARA) - Gelandang Arsenal Declan Rice mengaku hampir kehabisan kata-kata setelah mengantar timnya ke final Liga Champions dan hanya bisa menyebut kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid dalam leg kedua sebagai malam terbaik yang pernah ia alami di Stadion Emirates, London, Inggris.
Gol semata wayang yang dicetak Bukayo Saka di Emirates, Selasa waktu setempat, memastikan Rice dkk memenangi semifinal dengan agregat 2-1 dan mengunci satu tempat di partai final di Budapest akhir bulan nanti.
"Malam seperti ini sudah sangat dinantikan, malam seperti ini saya rasa adalah malam terbaik di Emirates yang pernah saya saksikan, bahkan lebih baik dari laga melawan Real Madrid musim lalu," kata Rice selepas pertandingan dikutip dari laman resmi Arsenal, Rabu.
Secara khusus Rice juga menyanjung atmosfer yang diciptakan oleh para suporter Arsenal bukan hanya di tribun Emirates, tetapi juga sejak pintu masuk tempat ia dan rekan-rekannya turun dari bus tim.
Rice bercerita bahwa suar yang menyambut bus tim membuat bulu kuduk para pemain Arsenal berdiri sekaligus menyuntik semangat mereka.
"Saya tidak pernah melihat Emirates yang semacam ini, jadi saya berterima kasih banyak kepada para suporter karena kami jelas membutuhkan itu semua," katanya.
Baca juga: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
Baca juga: Arsenal ke final, Arteta: Salah satu malam terbaik dalam karier saya
Kemenangan bersejarah ini mengantarkan Arsenal ke final Liga Champions untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah kekalahan dari Barcelona di final 2006.
Rice hanya melewatkan dua pertandingan dalam perjalanan Arsenal ke final Liga Champions musim ini, yakni kontra Club Brugge dan Kairat Almaty di fase liga.
Bagi Rice, ini menjadi final Eropa keduanya setelah yang pertama terjadi pada musim 2022/2023 ketika mengantarkan klub lamanya West Ham United menjuarai Liga Conference di Praha.
"Kita lihat nanti. Budapest, saya ingin semua fans Arsenal datang. 200 ribu orang, datanglah! Kita butuh semua dukungan dan energi untuk membuat momen ini benar-benar spesial," katanya.
Arsenal masih menunggu lawan yang akan mereka hadapi di Puskas Arena, Budapes, 30 Mei mendatang, yakni pemenang semifinal lain antara juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) dan tim patron Jerman Bayern Muenchen.
Bayern akan menjamu PSG untuk leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5) pukul 02.00 WIB, dalam upaya membalikkan ketertinggalan agregat 4-5.
Baca juga: Liga Inggris musim ini, antara sejarah besar dan tragedi
Baca juga: Enrique sebut keunggulan agregat satu gol tak ada artinya
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·