BEI: Saham RI keluar dari indeks global konsekuensi jangka pendek

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Saya kira itu juga sudah disampaikan jauh-jauh hari warning-nya, itu sesuatu yang sudah diantisipasi oleh pasar

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan saham-saham perusahaan Indonesia kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yang dikeluarkan dari daftar indeks global MSCI dan FTSE Russell, merupakan konsekuensi jangka pendek dari aksi reformasi pasar modal Indonesia.

“Saham-saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) memang sudah kita antisipasi akan dikeluarkan oleh penyedia indeks global. Saya kira itu juga sudah disampaikan jauh-jauh hari warning-nya, itu sesuatu yang sudah diantisipasi oleh pasar,” ujar Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Jeffrey menjelaskan, lembaga penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell memiliki metodologi tersendiri untuk memasukkan ataupun mengeluarkan saham-saham Indonesia dalam daftar indeks mereka, termasuk menyangkut kriteria saham HSC.

“Sekali lagi itu adalah konsekuensi jangka pendek yang harus diterima, tetapi ini adalah upaya kita untuk memperbaiki pasar kita untuk jangka panjang,” ujar Jeffrey.

Jeffrey berharap kejelasan informasi mengenai konsekuensi jangka pendek ini, dapat mengurangi sumber ketidakpastian di pasar saham Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

"Artinya, mengurangi satu sumber ketidakpastian di pasar yang berminggu-minggu ini ditunggu oleh para pelaku pasar, bagaimana respons MSCI dan FTSE terhadap upaya reformasi yang dilakukan bersama oleh OJK dan SRO, dan itu sudah terjawab semuanya," ujar Jeffrey.

Sebelumnya, MSCI telah mengeluarkan saham-saham Indonesia yang masuk kategori HSC dari indeks global mereka, diantaranya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Kemudian, FTSE Russell juga berencana mengeluarkan saham-saham Indonesia kategori HSC dari indeks global mereka, yang disampaikan dalam pengumumannya berjudul Indonesia-Index Treatment for the June 2026 Index Review.

Sebelumnya, BEI pada 2 April 2026 dan 8 Mei 2026, BEI telah mengumumkan sepuluh saham-saham kategori HSC, diantaranya PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).

Kemudian, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).

Baca juga: BEI terima audiensi emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi

Baca juga: BEI imbau investor atur strategi di tengah koreksi IHSG

Baca juga: Turun 4 persen, Analis ingatkan tekanan Rupiah membebani IHSG

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.