Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada Selasa.
Mengutip data dari BMKG di Jakarta, Selasa, pantauan dinamika atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan akibat pengaruh bibit siklon dan sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
Data BMKG mengungkapkan terdapat Bibit Siklon 92W di Samudra Pasifik utara Papua dengan kecepatan angin yang cukup kencang. Bibit badai ini diperkirakan bakal terus bergerak ke arah barat dalam satu setengah hari ke depan dan ikut menarik kumpulan awan hujan ke arah wilayah daratan.
Sirkulasi siklonik juga terpantau terbentuk di wilayah perairan barat laut Aceh, Selat Makassar, dan Laut Banda. Kondisi tersebut memicu potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah terdampak, termasuk Laut Maluku, Laut Seram, hingga wilayah di sekitar sistem tersebut.
BMKG merinci bahwa wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, dan Jawa Tengah.
Selain itu, wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Tengah, serta Papua Pegunungan juga masuk dalam kategori waspada terhadap intensitas hujan tinggi tersebut.
Untuk kota-kota besar di bagian barat Indonesia, potensi hujan petir perlu diwaspadai di wilayah Tanjung Pinang, Pangkalpinang, Palembang, Tanjung Selor, dan Banjarmasin.
Sementara itu, wilayah Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Pontianak diprakirakan hanya akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.
Di bagian timur Indonesia, BMKG memberikan peringatan khusus terhadap potensi hujan petir di Kota Palu, Mamuju, dan Kendari. Sementara itu untuk wilayah Gorontalo, Manado, Ternate, Makassar, hingga Jayapura diprediksi mengalami hujan ringan, sementara Denpasar, Kupang, dan Mataram cenderung cerah berawan hingga berawan tebal.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah guna mengantisipasi dampak dari dinamika atmosfer ini. Langkah kesiapsiagaan diperlukan bagi penduduk yang berada di sepanjang daerah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan signifikan.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·