Ferry Juliantono Dorong Koperasi Petani Tebu Miliki Saham Pabrik Gula

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Produsen Sekunder Tebu Rakyat (KPSTR) Kabupaten Malang untuk mengakuisisi saham di pabrik-pabrik gula milik negara guna memperkuat posisi tawar petani pada Jumat (15/5/2026).

Langkah strategis ini mencakup kepemilikan saham di pabrik gula yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali I, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Usulan tersebut bertujuan menciptakan sistem usaha yang lebih modern dan terintegrasi di sektor pergulaan rakyat.

"Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah kepemilikan saham koperasi di pabrik-pabrik gula yang berada di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali I," ucap Ferry, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPSTR Kabupaten Malang Tahun Buku 2025 di Yogyakarta, Menkop menegaskan peran vital koperasi sebagai wadah kelembagaan petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"KPSTR tidak hanya menjadi wadah kelembagaan bagi petani tebu, tetapi juga mendorong terciptanya sistem usaha yang lebih lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan," kata Ferry.

Melalui tata kelola profesional, pemerintah berharap petani tebu tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga menikmati nilai tambah dari seluruh rantai produksi sebagai pemilik usaha.

"Dengan demikian, koperasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi petani sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan," kata Ferry.

Terkait kendala modal, Ferry menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi untuk menyusun skema pembiayaan adaptif yang tidak hanya mengandalkan jaminan sertifikat tanah.

"Ia berharap jaminan untuk pengembangan usaha koperasi tidak harus terpaku pada sertifikat tanah, melainkan bisa menggunakan aset lain seperti tebu rakyat," kata Ferry.

Menkop berharap pola kolaborasi antara KPSTR Malang dan PT Rajawali I dapat direplikasi di wilayah lain demi memperkuat ekosistem ekonomi nasional dalam menghadapi persaingan global.

"Ferry berharap kesuksesan kolaborasi antara KPSTR Malang dan PT Rajawali I dapat menjadi model atau 'kloning' bagi daerah-daerah lain di Indonesia," kata Ferry.

Direktur Utama PT Rajawali I, Danianto, memberikan apresiasi atas sinergi yang selama ini telah terjalin antara perusahaan dengan koperasi di Kabupaten Malang tersebut.

"Terima kasih kepada Bapak Menteri Koperasi dan Ketua KPSTR. Alhamdulillah tadi sudah banyak diskusi berkaitan dengan PT Rajawali I beserta jajaran yang hadir," ujar Danianto.

Ketua Umum Pengurus KPSTR Kabupaten Malang, Hamim Kholili, menyatakan komitmennya untuk mempertahankan eksistensi koperasi di tengah dinamika industri melalui loyalitas para anggotanya.

Hamim memandang keterlibatan aktif dalam kepemilikan saham pabrik gula negara adalah kunci agar posisi petani rakyat tidak tergerus oleh kekuatan industri besar.

"Ia mengapresiasi seruan Ferry yang mendorong agar koperasi tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki andil kepemilikan saham di pabrik-pabrik gula milik negara (PTPN dan PT Rajawali I)," kata Hamim.