Zarubezhneft Lanjutkan Proyek Migas Blok Tuna pada Juni 2026

Sedang Trending 38 menit yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa perusahaan migas asal Rusia, Zarubezhneft, berkomitmen untuk meneruskan pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna. Kepastian tersebut disampaikan pada Jumat (15/5/2026) setelah sempat terjadi penundaan proyek akibat mundurnya Premier Oil dari kemitraan tersebut.

Komitmen investasi ini muncul dalam pertemuan antara Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dengan perwakilan Joint Stock Company Zarubezhneft di Kazan, Rusia. Sebagaimana dilansir dari Money, pemerintah menyatakan kesiapan memberikan dukungan penuh agar operasional di wilayah perairan Natuna tersebut berjalan sesuai rencana.

Zarubezhneft telah memiliki jejak di industri migas Indonesia sejak tahun 2020 melalui akuisisi 50 persen hak partisipasi pada Proyek Tuna. Langkah tersebut dilakukan lewat anak perusahaannya, ZN Asia Ltd, guna memperkuat posisi mereka di sektor energi Asia Tenggara.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memberikan penjelasan mengenai detail waktu pelaksanaan dan bentuk dukungan pemerintah terhadap kelanjutan proyek strategis nasional tersebut di wilayah perbatasan.

"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini," ujar Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.

Selain fokus pada Blok Tuna, perusahaan energi asal Rusia ini juga menyatakan ketertarikannya untuk memperluas ekspansi bisnis pada lapangan migas lain di wilayah Indonesia. Perusahaan melirik pemanfaatan teknologi canggih untuk mengoptimalkan sumur-sumur yang sudah ada.

Rencana ekspansi tersebut mencakup penggunaan metode enhanced oil recovery (EOR) guna mendongkrak volume produksi pada lapangan yang telah beroperasi. Selain itu, Zarubezhneft dilaporkan berminat melakukan reaktivasi terhadap sumur-sumur minyak yang saat ini berstatus tidak aktif atau idle well.

Minat investasi yang lebih luas ini telah didokumentasikan secara resmi melalui Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama Indonesia dan Rusia. Dokumen tersebut mencatat keinginan JSC Zarubezhneft untuk memperkuat kemitraan strategis dengan perusahaan migas lokal dalam proyek-proyek baru di masa mendatang.

Pihak Rusia juga menekankan pentingnya penyelesaian prosedur kepatuhan bagi entitas yang ditunjuk oleh Zarubezhneft. Hal ini berkaitan erat dengan rencana pengaturan suplai minyak mentah ke pasar Indonesia di masa depan.