Harga Emas Pegadaian Naik Tajam 21 Mei 2026 Produk UBS Melonjak Rp 52.000

Sedang Trending 38 menit yang lalu

Harga jual logam mulia di Pegadaian mengalami peningkatan signifikan untuk produk Galeri 24, Antam, dan UBS. Seperti dilansir dari Money, kenaikan harga emas batangan ini tercatat pada perdagangan Kamis siang, 21 Mei 2026.

Emas produksi Galeri 24 kini dipatok sebesar Rp 2.788.000 per gram. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp 32.000 dari harga pada sesi pagi yang berada di level Rp 2.756.000 per gram.

Penguatan juga terjadi pada produk emas Antam yang naik Rp 36.000. Komoditas ini sekarang dibanderol Rp 2.898.000 per gram setelah sebelumnya sempat tertahan di angka Rp 2.862.000 per gram.

Kenaikan harga paling tajam dialami oleh emas cetakan UBS yang melonjak hingga Rp 52.000. Produk UBS siang ini berada di level Rp 2.849.000 per gram, setelah pada pagi hari dipatok seharga Rp 2.797.000 per gram.

Pegadaian menyediakan emas batangan ini dalam berbagai ukuran denominasi yang bervariasi mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Keberagaman ukuran ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan investasi dari masyarakat.

Berikut adalah rincian lengkap harga emas batangan di Pegadaian untuk produk Galeri 24, Antam, dan UBS pada perdagangan Kamis siang, 21 Mei 2026.

Tabel Harga Emas Pegadaian 21 Mei 2026UkuranGaleri 24 (Rp)Antam (Rp)UBS (Rp)
1.462.0001.501.0001.540.0002.788.000
2.898.0002.849.0005.509.0005.734.000
5.653.000-8.575.000-
13.671.00014.258.00013.968.00027.270.000
28.458.00027.790.00067.806.00071.014.000
69.339.000135.505.000141.946.000138.393.000
270.877.000283.810.000276.677.000675.529.000
-691.488.0001.351.056.000-
1.381.353.0002.702.112.000--

Kondisi Pasar Emas Global

Sementara itu, pergerakan harga emas di tingkat global masih terpantau kokoh berada di atas level 4.500 dollar AS per ons pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Nilai ini bertahan setelah sempat menguat lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya.

Kondisi pasar komoditas ini sangat dipengaruhi oleh munculnya optimisme dari para pelaku pasar. Hal tersebut berkaitan erat dengan peluang tercapainya kesepakatan damai antara pihak Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Adanya harapan terhadap meredanya ketegangan geopolitik tersebut dinilai mampu meredam tekanan inflasi dunia. Selain itu, sentimen positif ini turut mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga.