Prabowo Subianto Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 6,5 Persen

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memasang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 mendatang. Target ambisius tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026, seperti dilansir dari Money.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut disampaikan saat pemaparan pidato pengantar dan keterangan pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027. Pemerintah optimistis karena Indonesia memiliki modal bonus demografi, kekayaan alam, posisi strategis, serta disiplin fiskal.

Kondisi ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi di antara beberapa negara G20 pada triwulan pertama 2026 sebesar 5,61 persen secara tahunan. Indikator makroekonomi juga terjaga dengan inflasi April 2026 sebesar 2,42 persen, surplus perdagangan 71 bulan berturut-turut, dan cadangan devisa mencapai 146,2 miliar dolar AS.

Akselerasi pertumbuhan akan didorong melalui delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mencakup pangan, energi, hilirisasi, industrialisasi, hingga ekonomi kerakyatan. Selain itu, pemerintah mengandalkan sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi strategis melalui kehadiran Danantara sebagai instrumen leverage investasi nasional.

Kebijakan fiskal diarahkan agar negara bertindak sebagai motor utama pembangunan serta pelindung masyarakat. Pemerintah juga menetapkan target penurunan kemiskinan menjadi 6–6,5 persen, rasio gini sebesar 0,362–0,367, dan proporsi lapangan kerja formal sebesar 40,81 persen pada 2027.

"alat perjuangan" kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS akibat tekanan eksternal global. Langkah antisipasi akan bertumpu pada penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi, serta peningkatan rasio pendapatan negara terhadap PDB yang diproyeksikan pada kisaran 11,82–12,40 persen.