IHSG Anjlok ke Level 6.969 Akibat Tekanan Saham Komoditas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi sebesar 2,86 persen atau merosot 204,93 poin ke posisi 6.969,40 pada penutupan perdagangan Jumat (8/5). Penurunan tajam ini menghapus seluruh penguatan yang sempat diraih bursa domestik selama empat hari berturut-turut sebelumnya.

Laju indeks terpangkas signifikan menjelang penutupan pasar dengan nilai transaksi bruto mencapai Rp36,01 triliun di Bursa Efek Indonesia. Nilai tersebut mencakup aktivitas perdagangan di pasar reguler sebesar Rp19,68 triliun dan pasar negosiasi senilai Rp16,33 triliun menurut data perdagangan.

Kondisi pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif dengan 573 saham yang berakhir di zona merah berdasarkan data RTI. Sebaliknya, hanya terdapat 131 saham yang berhasil menguat dan 111 saham lainnya tidak bergerak dari posisi semula hingga akhir sesi.

Sektor bahan baku atau IDXBASIC menjadi pemberat utama indeks dengan koreksi sebesar 7,34 persen akibat jatuhnya harga saham-saham komoditas. PT Timah Tbk (TINS) memimpin pelemahan dengan penurunan 14,88 persen, diikuti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar 13,89 persen, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang terkoreksi 13,71 persen.

Hampir seluruh indeks sektoral berakhir di zona negatif, kecuali sektor kesehatan yang tercatat menguat tipis sebesar 0,70 persen. Mayoritas pasar saham di kawasan emerging market Asia juga berada di bawah tekanan, meskipun indeks KOSPI masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,11 persen.

Pelemahan IHSG pada hari ini tercatat sebagai yang paling dalam di antara tujuh negara berkembang di wilayah sekitarnya. Koreksi ini sekaligus menjadi penurunan harian terdalam yang dialami indeks acuan nasional dalam kurun waktu dua pekan terakhir.