Indonesia dan Prancis Luncurkan Dewan Bisnis Sepakati Rp 62,3 Triliun

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis memasuki babak baru melalui peresmian France-Indonesia High Level Business Council oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron di Paris, Prancis, pada Kamis (28/5/2026).

Langkah strategis dalam rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut langsung menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS atau setara Rp 62,38 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.823 per dolar AS.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pembentukan dewan bisnis ini bertujuan mempererat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mempercepat realisasi komitmen kerja sama yang telah dibangun.

"Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Rosan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Forum bisnis tingkat tinggi ini mempertemukan 30 pimpinan perusahaan terkemuka dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS atau sekitar Rp 23.170,74 triliun.

Operasional dewan bisnis dipimpin bersama oleh CEO Danone selaku Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International, Antoine de Saint-Affrique, bersama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.

Sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan menjadi fokus utama dari empat kesepakatan komersial baru yang berhasil dicapai dalam forum tersebut.

"Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif," kata Rosan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Selain menyasar investasi baru, wadah ini bertugas mengawal implementasi 27 nota kesepahaman (MoU) bernilai lebih dari 11 miliar dolar AS atau Rp 196,06 triliun yang telah ditandatangani saat kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025.

"Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal," ujar Rosan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Kerja sama perdagangan ini juga menyentuh strategi ketahanan pangan nasional, di mana Presiden Macron menyampaikan apresiasi atas keputusan Indonesia membuka akses pasar bagi sapi perah dan daging sapi asal Prancis.

Kesepakatan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah publik mengenai tingkat urgensi kebutuhan produk pangan hewani dari dataran Eropa bagi pemenuhan nasional.

"Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global," kata Rosan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Dewan Bisnis Indonesia-Prancis kini menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 melalui perluasan peluang kerja sama di berbagai sektor strategis bersama Kadin Indonesia dan MEDEF International.