Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan pendanaan dari investor luar negeri ke industri pinjaman online di Indonesia sebesar 18,28 persen secara tahunan hingga mencapai Rp14,06 triliun pada Maret 2026. Capaian ini dilansir dari Bloombergtechnoz sebagai indikasi terjaganya kepercayaan pasar global terhadap sektor teknologi finansial domestik.
Pertumbuhan tersebut mengiringi tren positif industri yang secara umum mencatat kenaikan pembiayaan sebesar 25,75 persen (yoy) pada Februari 2026 dengan total outstanding Rp100,69 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, memberikan penjelasan mengenai faktor pendorong masuknya modal asing tersebut dalam keterangan resmi pada Jumat (8/5/2026).
“Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan lender luar negeri terhadap industri pinjol masih terjaga, antara lain didukung oleh pertumbuhan industri, serta perbaikan tata kelola dan manajemen risiko,” kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK.
Lembaga regulator menekankan pentingnya bagi para penyelenggara layanan untuk konsisten meningkatkan transparansi guna menjaga keberlanjutan arus modal internasional. Hal ini mencakup penguatan perlindungan bagi konsumen dan akuntabilitas laporan kepada para pemberi pinjaman.
“Industri pindar perlu terus memperkuat kualitas pendanaan, menjaga transparansi kepada lender, serta meningkatkan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen,” ujarnya.
Kondisi keuangan sektor ini juga menunjukkan performa solid dengan raihan laba setelah pajak sebesar Rp680 miliar per Maret 2026. Keuntungan tersebut dipicu oleh peningkatan outstanding pembiayaan serta efektivitas perusahaan dalam memelihara kualitas portofolio kredit mereka.
Selain itu, sektor pembiayaan produktif mengalami ekspansi sebesar 23,40 persen secara tahunan dengan nilai Rp34,66 triliun pada periode yang sama. Agusman menilai perkembangan ini merupakan sinyal positif bagi penguatan fungsi intermediasi pinjol terhadap sektor usaha.
“Ke depan, optimalisasi porsi pembiayaan produktif terus didorong antara lain melalui penguatan kapasitas penyaluran dan peningkatan kualitas analisis kredit,” pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·