KA Bukit Serelo: Akses Terjangkau yang Menjaga Pergerakan Ekonomi Sumatera Selatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tarif Rp32.000 untuk lintas Kertapati–Lubuklinggau memberi ruang mobilitas bagi masyarakat dan aktivitas produktif di sepanjang jalur

Jakarta (ANTARA) - Di Sumatra Selatan, jarak menjadi bagian dari keseharian. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial berlangsung dalam bentang wilayah yang luas, dengan pusat kegiatan yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan tahun 2025, luas wilayah provinsi ini mencapai sekitar 91.592,43 km² dan termasuk salah satu yang terluas di Pulau Sumatra, dengan jumlah penduduk lebih dari 8,9 juta jiwa. Sebaran penduduk berada di berbagai wilayah dengan karakter ekonomi yang didominasi sektor pertanian, perdagangan, dan jasa. Kondisi ini membentuk kebutuhan mobilitas yang tinggi antarkota dalam jarak yang panjang.

Salah satu lintasan utama adalah Palembang menuju Lubuklinggau. Jaraknya mencapai sekitar 294 kilometer melalui jalur kereta api, dengan waktu perjalanan yang dapat melampaui 7 jam. Pada perjalanan melalui jalan raya, jarak dapat melampaui 300 kilometer dengan waktu tempuh yang bergantung pada kondisi lalu lintas dan karakter jalan di sepanjang rute.

Lintasan ini menghubungkan wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi yang terus bergerak setiap hari. Dalam ruang tersebut, KA Bukit Serelo hadir sebagai layanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kereta api ini melayani relasi Kertapati (Palembang) hingga Lubuklinggau (PP) dengan tarif terjauh Rp32.000.

Nama Bukit Serelo diambil dari salah satu ikon alam di Kabupaten Lahat, berupa perbukitan yang dikenal luas oleh masyarakat setempat. Penamaan ini mencerminkan keterkaitan layanan kereta api dengan identitas wilayah yang dilintasinya.

Layanan ini merupakan bagian dari program Public Service Obligation (PSO) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Skema ini menjaga akses perjalanan tetap terbuka bagi masyarakat luas dengan biaya yang dapat dijangkau.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KA Bukit Serelo memiliki peran yang erat dengan aktivitas masyarakat di Sumatera Selatan.

“KA Bukit Serelo melayani perjalanan jarak jauh yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Tarif yang terjangkau memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif dan menjaga aktivitas ekonomi,” ujar Anne.

Perkembangan layanan KA Bukit Serelo tergambar dari pertumbuhan jumlah pelanggan. Pada Triwulan I 2026, jumlah pelanggan mencapai 141.122 pelanggan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 131.494 pelanggan.

Kenaikan sekitar 7,32% menguatkan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan ini. Angka tersebut sekaligus menegaskan bahwa lintas Kertapati–Lubuklinggau terus menjadi bagian penting dalam pergerakan masyarakat.

KA Bukit Serelo melintasi wilayah seperti Prabumulih, Muara Enim, dan Lahat yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, perdagangan, serta jasa. Jalur ini menjadi penghubung yang menjaga kesinambungan aktivitas antarwilayah.

Akses perjalanan yang terjaga membuat mobilitas masyarakat berlangsung lebih pasti. Pekerja menjangkau pusat aktivitas, pelajar memiliki pilihan perjalanan yang konsisten, dan masyarakat dapat bepergian antarkota dengan lebih teratur sesuai kebutuhan.

Dari sisi pengeluaran, efisiensi biaya perjalanan memberi ruang bagi kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pengembangan usaha. Hal ini memberi pengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur.

Selain fungsi mobilitas, perjalanan KA Bukit Serelo juga melintasi lanskap alam Sumatra Selatan yang khas. Wilayah Lahat dan sekitarnya menawarkan bentang perbukitan, aliran sungai, serta kehidupan masyarakat lokal yang tumbuh di sekitarnya. Potensi ini membuka peluang pergerakan wisata domestik yang terus berkembang.

KAI memandang bahwa transportasi berbasis rel memiliki peran penting dalam wilayah dengan jarak antarkota yang panjang. Kapasitas angkut yang besar dan waktu perjalanan yang lebih stabil memberi kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

Penguatan layanan perkeretaapian di Sumatra menjadi langkah yang semakin relevan seiring kebutuhan mobilitas yang terus meningkat. Dengan jaringan yang semakin terhubung dan kapasitas yang bertambah, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Infrastruktur transportasi yang andal memberi dampak langsung pada kehidupan masyarakat. Aktivitas berjalan lebih teratur, waktu lebih terjaga, dan produktivitas dapat meningkat,” tutup Anne.

KA Bukit Serelo menjadi bagian dari sistem tersebut. Di lintas yang panjang, layanan ini menjaga pergerakan masyarakat tetap berjalan, sekaligus menghubungkan aktivitas ekonomi, sosial, dan potensi wilayah di Sumatera Selatan.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.