Kamboja sambut kelahiran lumba-lumba Mekong langka ke-6 pada 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Phnom Penh (ANTARA) - Seekor lumba-lumba Irrawaddy Mekong yang baru lahir kembali terlihat, sehingga jumlah bayi lumba-lumba di Kamboja bertambah menjadi enam ekor sejauh ini pada 2026, demikian disampaikan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja dalam pernyataan pers pada Selasa (28/4).

Bayi lumba-lumba berusia tiga hari itu terlihat pada Senin (27/4) sore waktu setempat di kolam lumba-lumba Kampi di Distrik Chetr Borei, Provinsi Kratie, Kamboja timur laut, oleh tim media kementerian serta dikonfirmasi oleh tim peneliti dari Administrasi Perikanan Kamboja dan World Wide Fund for Nature.

"Bayi lumba-lumba yang baru lahir ini dalam kondisi sehat dan terlihat berenang di samping kawanan enam lumba-lumba dewasa," menurut pernyataan pers tersebut. "Ini merupakan bayi lumba-lumba keenam yang lahir pada 2026."

"Dengan kelahiran bayi lumba-lumba baru ini, total populasi lumba-lumba Sungai Mekong di Kamboja meningkat menjadi 118 ekor," imbuh pernyataan itu.

Lumba-lumba Irrawaddy Mekong terdaftar sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered) dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) sejak 2004.

Menurut pihak kementerian, mamalia air tersebut saat ini hidup di sepanjang jalur utama Sungai Mekong yang membentang sepanjang 120 km di provinsi Kratie dan Stung Treng di Kamboja timur laut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.