Kairo (ANTARA) - Liga Arab pada Selasa mengutuk dugaan infiltrasi unsur-unsur Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke Pulau Bubiyan di Kuwait sebagai "preseden berbahaya" dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan Kuwait.
Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengatakan "penyusupan bersenjata" tersebut merupakan eskalasi yang serius dan insiden itu mengungkap adanya "niat terencana" untuk mengganggu stabilitas keamanan regional di tengah periode yang sangat sensitif ini.
Aboul-Gheit menuntut agar Iran segera menghentikan seluruh "tindakan permusuhan" terhadap negara-negara Arab.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan ada empat penyusup yang berusaha memasuki Pulau Bubiyan menggunakan sebuah perahu dan mereka telah ditangkap pada 1 Mei.
Kementerian itu mengungkapkan keempatnya merupakan anggota IRGC dan seorang personel militer Kuwait mengalami luka-luka saat bentrok dengan mereka.
Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim tersebut dengan menyebutnya "tidak berdasar," sembari mengatakan bahwa empat perwira Iran memasuki perairan teritorial Kuwait akibat adanya gangguan pada sistem navigasi saat sedang menjalankan misi patroli maritim rutin.
Kementerian tersebut menyerukan kepada otoritas Kuwait untuk menyelesaikan isu ini melalui jalur resmi dan tidak melontarkan "komentar yang gegabah."
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·