LME Ekspansi Kapasitas Gudang Logam di Hong Kong

Sedang Trending 1 jam yang lalu

London Metal Exchange (LME) berencana melakukan ekspansi besar-besaran pada jaringan gudang berlisensi di Hong Kong guna meningkatkan kapasitas penyimpanan logam dunia pada Kamis, 7 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil setelah bursa logam tersebut memberikan izin perdana untuk fasilitas pergudangan di wilayah tersebut tahun lalu.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, upaya peningkatan kapasitas ini diproyeksikan mampu menampung volume komoditas yang jauh lebih besar. Pihak bursa tengah mengkaji mekanisme operasional untuk merealisasikan target pertumbuhan volume penyimpanan logam di pusat finansial Asia tersebut.

CEO LME, Matthew Chamberlain, menjelaskan bahwa pihaknya sedang meneliti cara untuk membuka potensi ini demi memenuhi permintaan pasar yang sangat besar di wilayah China dan sekitarnya.

"bagaimana kita benar-benar dapat membuka ini dan mudah-mudahan meningkatkan kapasitas dari puluhan ribu ton menjadi ratusan ribu ton, yang kita tahu akan menjadi permintaan alami di sini," kata Chamberlain, CEO LME.

Ekspansi ini bertujuan untuk menyediakan jalur distribusi yang lebih efisien bagi industri logam China yang masif dalam menyuplai komoditas ke pasar internasional. Integrasi Hong Kong ke dalam jaringan global LME menjadi tonggak sejarah baru karena merupakan lokasi pertama yang disetujui di wilayah China.

Chamberlain menambahkan bahwa tingkat partisipasi pasar saat ini telah melampaui prediksi awal perusahaan sejak fasilitas tersebut pertama kali diluncurkan.

"lebih dari yang saya harapkan tahun lalu," kata Chamberlain, CEO LME.

Data bursa menunjukkan saat ini terdapat 15 gudang resmi di Hong Kong yang menyimpan sekitar 24.000 ton tembaga, timah, dan seng. Kondisi ketersediaan ruang penyimpanan di lokasi-lokasi tersebut dilaporkan telah mendekati batas maksimal.

CEO Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd., Bonnie Chan, memberikan konfirmasi mengenai keterbatasan kapasitas yang saat ini dihadapi oleh fasilitas penyimpanan di kota tersebut.

Hal itu membuat lokasi-lokasi tersebut hampir mencapai kapasitas penuh, kata Bonnie Chan, CEO Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd.