LPDP ajak periset optimalkan dana abadi penelitian Rp13,9 triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengajak para periset Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana abadi penelitian sebesar Rp13,9 triliun guna mendorong inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan industri nasional.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto mengungkapkan bahwa ketersediaan anggaran riset saat ini masih sangat mencukupi untuk mendukung berbagai proyek strategis.

"Saat ini dana abadi penelitian kami punya Rp13,99 triliun dan setiap tahun ada dana yang cukup longgar Rp900 miliar dengan saldo lebih dari Rp2 triliun. Itu bisa kita optimalkan dan kita manfaatkan sebesar-besarnya,"kata Ayom dalam kegiatan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu.

Meski sejak 2013 LPDP telah mendanai lebih dari 3.300 proyek riset dengan total dana Rp3 triliun, Ayom menyebutkan akses tersebut baru dinikmati oleh sekitar 17.000 periset di seluruh Indonesia.

Kondisi tersebut, lanjut dia, mendorong LPDP untuk terus memperluas jangkauan akses pendanaan agar dana abadi yang dikelola negara benar-benar bisa dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh para dosen maupun mitra industri.

Baca juga: LPDP: Akumulasi dana abadi di bidang pendidikan capai Rp154,1 triliun

Sebagai bagian dari perbaikan kualitas fasilitasi, LPDP kini menawarkan skema yang lebih ramah bagi peneliti dengan memangkas berbagai kendala administratif yang selama ini dianggap menyulitkan.

"Kami di LPDP menawarkan fleksibilitas, baik itu secara tahun anggaran, standar pendanaannya, kemudian pelaporannya kami mudahkan," ujar Ayom.

Namun, Ayom mengingatkan bahwa fleksibilitas dan kemudahan birokrasi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kepercayaan terhadap output atau hasil riset yang dihasilkan oleh para peneliti.

Diketahui, LPDP kini menitikberatkan pada transformasi paradigma riset industri yang tidak hanya berakhir sebagai laporan di atas meja, melainkan harus memiliki nilai guna bagi operasional dunia usaha.

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, fokus pendanaan akan diarahkan pada bidang-bidang spesifik yang memiliki keunggulan kompetitif, terutama pada sektor pangan, kesehatan, dan energi.

Baca juga: Kemdiktisaintek-LPDP perkuat kolaborasi riset dan pendidikan tinggi

Baca juga: Kemdiktisaintek-LPDP berkolaborasi perkuat riset energi dan sampah

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.