Pasar tenaga kerja Thailand tumbuh 4,6 persen pada Q1 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Bangkok (ANTARA) - Pasar tenaga kerja Thailand tumbuh 4,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal pertama (Q1) 2026, didorong pemulihan lapangan kerja di sektor pertanian, sementara lapangan kerja di sektor nonpertanian terus mengalami ekspansi.

Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (National Economic and Social Development Council/NESDC) Thailand menyebutkan bahwa jumlah angkatan kerja di negara Asia Tenggara tersebut meningkat menjadi 41,2 juta orang pada periode Januari-Maret, mengalami rebound dari penurunan 0,9 persen pada kuartal sebelumnya.

NESDC dalam pernyataannya menyebutkan bahwa ketenagakerjaan di sektor pertanian naik 6,2 persen seiring meningkatnya permintaan tenaga kerja selama musim panen. Sementara itu, sektor nonpertanian tumbuh 4 persen, dipimpin oleh sektor perdagangan grosir dan retail serta sektor transportasi dan penyimpanan.

"Tingkat pengangguran secara keseluruhan di negara tersebut berada di angka 0,94 persen pada Q1 2026, mewakili sekitar 390.000 penganggur, naik dari 0,89 persen pada periode yang sama tahun lalu," kata Sekretaris Jenderal NESDC Danucha Pichayanan.

Danucha mengatakan jumlah individu yang tergolong quasi-unemployed, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 24 jam per minggu, naik 3 persen dibandingkan setahun sebelumnya, dipicu oleh meningkatnya kondisi setengah menganggur di sektor nonpertanian.

Ke depannya, dia menekankan perlunya meredam dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor ketenagakerjaan dan pendapatan tenaga kerja, yang mungkin akan mengalami tekanan di tengah biaya hidup yang terus tergolong tinggi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.