Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia (MITI) melaporkan total perdagangan nasional mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 789,85 miliar ringgit atau Rp 3.422,65 triliun pada kuartal I 2026. Capaian periode Januari hingga Maret 2026 ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah ketidakpastian global.
Kinerja perdagangan yang signifikan ini dilansir dari Money berdasarkan laporan MITI yang dirilis pada Senin (20/4/2026). Sektor ekspor menjadi penggerak utama dengan nilai mencapai 426,53 miliar ringgit, sementara impor tercatat sebesar 363,31 miliar ringgit, sehingga menghasilkan surplus perdagangan sebesar 63,22 miliar ringgit.
Pihak otoritas perdagangan menekankan bahwa capaian ini merupakan tonggak sejarah bagi seluruh komponen utama perdagangan nasional pada awal tahun 2026.
"Yang perlu diperhatikan, ini adalah nilai kuartal pertama tertinggi sepanjang masa untuk perdagangan, ekspor, dan impor," demikian pernyataan MITI.
Lembaga tersebut menjelaskan bahwa hasil positif ini mencerminkan daya tahan sektor eksternal Malaysia terhadap berbagai tekanan ekonomi dunia. Pertumbuhan permintaan global terhadap produk lokal tetap stabil meski dibayangi fluktuasi harga energi.
"Pencapaian tersebut sekaligus menegaskan tren ekspansi perdagangan Malaysia yang tetap berlanjut, meski tekanan global masih membayangi, mulai dari ketegangan geopolitik hingga fluktuasi harga energi," lanjut pernyataan MITI.
Analisis data menunjukkan sektor manufaktur, terutama produk listrik dan elektronik (E\&E), memberikan kontribusi dominan sebesar 86,7 persen terhadap total ekspor per Januari 2026. Pertumbuhan sektor ini mencapai 22,3 persen secara tahunan, yang diperkuat oleh permintaan tinggi pada mesin dan instrumen optik.
Selain faktor industri, kemitraan strategis dengan kawasan ASEAN, China, dan Amerika Serikat turut menopang kinerja perdagangan dengan total kontribusi lebih dari 70 persen. ASEAN tetap menjadi mitra dagang terbesar dengan pangsa pasar sekitar 25 persen dari total nilai perdagangan nasional.
| Total Perdagangan | 789,85 | 10,4% |
| Ekspor | 426,53 | 12,7% |
| Impor | 363,31 | 7,7% |
| Surplus Dagang | 63,22 | N/A |
Meskipun mencatat angka yang kuat, pemerintah tetap mewaspadai dinamika geopolitik dan perubahan permintaan global yang dapat memengaruhi momentum pertumbuhan pada sisa tahun 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·