PT Pertamina (Persero) mempertahankan harga bahan bakar minyak terbaru di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum pada Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil setelah korporasi melakukan penyesuaian harga komoditas bensin non-oktan rendah serta diesel non-subsidi pada awal Mei lalu.
Keputusan manajemen untuk tidak mengubah banderol operasional ini menjadi kepastian di tengah pertanyaan masyarakat mengenai "bbm subsidi naik ga sekarang". Pertamina memastikan harga jenis Pertalite dan Solar subsidi tetap stabil guna menjaga daya beli masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Sebelumnya, fluktuasi signifikan terjadi pada sejumlah produk nonsubsidi yang dipicu oleh dinamika pasar global. Formulasinya mengacu pada regulasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak.
Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini
Berdasarkan rilis resmi perseroan, nominal untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya tidak mengalami pergeseran dari angka yang ditetapkan pada awal bulan. Harga Pertamax hari ini berada di level Rp14.300 per liter untuk wilayah pulau Jawa.
Sementara itu, variasi produk diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang sempat mengalami lonjakan tetap bertahan pada posisi puncaknya. Kenaikan pada produk-produk tersebut terjadi secara serentak di berbagai penyedia layanan pengisian bahan bakar nasional sejak 4 Mei 2026.
Berikut adalah rincian lengkap daftar harga pertalite dan solar terbaru beserta jajaran produk nonsubsidi milik Pertamina per hari ini:
| Pertalite (RON 90) | 10.000 | Subsidi / Penugasan |
| Solar Subsidi | 6.800 | Subsidi |
| Pertamax (RON 92) | 14.300 | Non-Subsidi |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 16.200 | Non-Subsidi |
| Dexlite | 15.800 | Non-Subsidi |
| Pertamina Dex | 16.500 | Non-Subsidi |
Faktor Penyebab Pergeseran Nilai Keekonomian
Penentuan nominal keekonomian BBM nonsubsidi Pertamina sangat dipengaruhi oleh variabel pergerakan eksternal. Perusahaan menggunakan rata-rata harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) periode tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 pada satu bulan sebelumnya.
Faktor penentu utama dalam formula perhitungan ini mencakup dua hal pokok, yaitu:
- Rata-rata harga minyak mentah dunia pada pasar internasional.
- Nilai tukar atau kurs mata uang domestik rupiah terhadap dolar AS.
- Biaya margin niaga dan distribusi pengiriman ke seluruh daerah.
Ketegangan geopolitik global menjadi penyebab harga minyak dunia naik signifikan selama beberapa bulan terakhir. Tekanan tersebut bahkan sempat membuat harga minyak mentah melampaui level psikologis US$100 per barel di pasar perdagangan internasional.
Berdasarkan data kuartal, rata-rata harga minyak mentah jenis Brent untuk periode April-Maret 2026 melonjak hingga mencapai US$100,69 per barel. Angka ini naik tajam dibandingkan perolehan periode Maret-Februari 2026 yang hanya berada di kisaran US$85,20 per barel.
Kondisi serupa juga dialami oleh minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI). Rata-rata minyak WTI pada periode April-Maret 2026 menyentuh angka US$94,19 per barel, dari yang sebelumnya tertahan di level US$78,35 per barel pada periode Maret-Februari 2026.
Untuk menekan ketergantungan terhadap impor dan menjaga stabilitas harga produk bensin oktan tinggi di masa depan, Pertamina terus mengebut proyek infrastruktur domestik. Salah satu fokusnya adalah penyediaan produk bensin oktan 95 berbasis bahan baku lokal.
Saat ini tercatat sudah ada 170 stasiun pengisian bahan bakar umum di kawasan Pulau Jawa yang mengadopsi dan menyalurkan produk ramah lingkungan berbasis nabati tersebut kepada konsumen urban. Ekspansi fasilitas terus berjalan seiring meningkatnya permintaan pasar.
Selain itu, korporasi menetapkan target jangka panjang berupa rampungnya pembangunan dua unit kilang bensin baru pada tahun 2030 mendatang. Fasilitas terintegrasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri secara signifikan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bersama aparat kepolisian juga terus memperketat pengawasan distribusi solar dan pertalite di lapangan. Langkah preventif ini dilakukan guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan kuota jenis BBM khusus penugasan akibat disparitas harga yang kian melebar dengan jenis nonsubsidi.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·