Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan Realisasi Asumsi Makro April 2026

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi asumsi makro hingga bulan April 2026 dalam pertemuan APBN Kita di Jakarta pada Rabu (20/5/2026), yang menunjukkan beberapa indikator melewati target anggaran negara.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, laporan keuangan tersebut mencatat nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.514 per dolar AS secara end of period (eop) dan Rp16.978 per dolar AS secara year to date (ytd). Posisi ini lebih rendah dari target APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Pemerintah langsung mengambil langkah intervensi guna meredam gejolak nilai mata uang nasional tersebut di pasar keuangan.

"Jadi rupiah gonjang-gonjang, pemerintah terpaksa, bukan pemerintah ya, saya pemerintah ya, terpaksa boleh gak? Melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi. Kami sudah masuk mulai minggu lalu," kata Purbaya dalam paparan APBN Kita, Rabu (20/5/2026).

Tekanan ekonomi juga terlihat pada komoditas energi, di mana realisasi harga minyak mentah Indonesia hingga April 2026 menembus angka rata-rata US$88,2 dolar per barel. Lonjakan ini melampaui asumsi dasar makro yang ditetapkan sebesar US$70 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut direspons pemerintah dengan tetap menyalurkan subsidi bahan bakar demi menjaga kestabilan daya beli masyarakat di dalam negeri.

"Jadi saya keluarkan sedikit untuk subsidi, supaya keadaan tenang saya bisa membangun yang terjadi selama ini. Jadi saat ini sudah cukup baik kan. Buktinya apa? Di tengah gonjang-gonjang ekonomi dunia, kita masih bisa tumbuh 5,6%," kata Purbaya.

Kondisi sektor makro lainnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada tingkat 5,61% selama kuartal I-2026. Capaian pertumbuhan tersebut terpantau lebih tinggi dibandingkan dengan target awal makro tahun ini sebesar 5,4%.

"Realisasi asumsi dasar ekonomi makro di awal tahun 2026 mencerminkan fondasi ekonomi yang solid dengan arah pertumbuhan yang optimis. Pertumbuhan ekonomi saya sudah bilang tadi, 5,61. Disini lain, inflasi tetap dikelola dengan baik, tetap terjaga," kata Purbaya.

Data pendukung mencatat inflasi kuartal I-2026 terkendali di angka 2,42%, berada di bawah asumsi makro sebesar 2,5%. Sementara imbal hasil SBN 10 tahun berada di posisi 6,67% eop dan 6,47% ytd, dari target asumsi dasar 6,9%.