Aparat Secret Service melumpuhkan seorang pria bersenjata melalui aksi penembakan di area luar kompleks Gedung Putih pada Senin (4/5) waktu setempat. Insiden tersebut bermula saat agen keamanan mendapati pelaku membawa senjata api tersembunyi hingga memicu terjadinya kontak senjata di lokasi kejadian.
Peristiwa ini dilaporkan oleh Bloombergtechnoz setelah petugas melakukan patroli rutin di perimeter luar kediaman resmi Presiden Amerika Serikat tersebut. Pihak keamanan mengonfirmasi bahwa tersangka kini telah berada di bawah penanganan medis setelah sempat mencoba melarikan diri dari kejaran petugas.
Wakil Direktur Secret Service Matt Quinn memberikan keterangan resmi terkait kronologi awal penangkapan yang dilakukan oleh personelnya. Ia menjelaskan bahwa deteksi awal dilakukan oleh agen pengintai yang sedang menyisir wilayah tersebut tanpa mengenakan seragam resmi.
"Tersangka dilaporkan mencoba melarikan diri, menarik senjatanya, dan melepaskan tembakan ke arah petugas," kata Matt Quinn, Wakil Direktur Secret Service.
Respons cepat diberikan oleh kepolisian Secret Service berseragam yang telah dipanggil ke lokasi guna melakukan pemeriksaan identitas. Setelah pelaku melepaskan tembakan pertama, petugas segera membalas serangan tersebut untuk menetralisir ancaman keamanan di area publik.
"Petugas kemudian membalas tembakan tersebut dan berhasil melumpuhkan pelaku," ujar Matt Quinn, Wakil Direktur Secret Service.
Baku tembak tersebut mengakibatkan seorang anak yang berada di sekitar lokasi mengalami luka-luka. Korban anak-anak itu segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat karena terkena proyektil peluru.
"Quinn menyatakan bahwa anak tersebut telah dibawa ke rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam nyawa," tutur Matt Quinn, Wakil Direktur Secret Service.
Berdasarkan hasil pengumpulan data sementara, tim penyelidik menemukan indikasi asal tembakan yang mengenai warga sipil tersebut. Fokus investigasi kini diarahkan pada lintasan peluru guna memastikan akuntabilitas seluruh personel yang terlibat dalam kontak senjata.
"Berdasarkan temuan awal, penyelidik meyakini anak tersebut terkena tembakan dari arah tersangka, bukan dari petugas," ucap Matt Quinn, Wakil Direktur Secret Service.
Meskipun indikasi awal telah didapatkan, otoritas keamanan masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kebenaran fakta di lapangan. Matt Quinn menegaskan komitmen lembaganya dalam transparansi proses hukum terkait insiden penembakan ini.
"Meski demikian, Quinn menegaskan hal ini akan menjadi bagian dari investigasi lanjutan," kata Matt Quinn, Wakil Direktur Secret Service.
Kondisi medis tersangka saat ini belum dirilis secara resmi oleh pihak rumah sakit maupun aparat penegak hukum setempat. Pengamanan di sekitar kompleks Gedung Putih tetap diperketat guna mengantisipasi ancaman serupa pasca-kejadian tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·