Prabowo Kucurkan Rp4 Triliun Benahi 1.800 Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia pada Selasa (28/4/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah menyusul insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepastian mengenai pendanaan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat melakukan tinjauan lapangan di lokasi kejadian. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di titik-titik rawan yang mempertemukan jalur kereta api dengan jalan raya.

Dilansir dari Money, rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari sektor badan usaha milik negara melalui sinergi pendanaan. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan kesiapan instansinya untuk menyokong pembiayaan pembenahan infrastruktur tersebut.

"Tadi Bapak Presiden sudah sampaikan akan ada tambahan Rp 4 triliun, tapi nanti kan akan di-combine (kombinasi) dengan bujet KAI, dan nanti BUMN juga akan berpartisipasi" ujarnya Dony Oskaria, Kepala BP BUMN.

Pihak BUMN menegaskan bahwa sejak awal tahun 2026, aspek keselamatan dan elektrifikasi telah menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor perkeretaapian nasional. Evaluasi menyeluruh segera dilakukan pada seluruh jaringan perlintasan untuk memastikan standar keamanan bagi penumpang maupun pengguna jalan umum.

"Ini akan segera kita lakukan evaluasi menyeluruh, baik itu terhadap operasional kereta api, dan terutama sekalian berkaitan dengan safety (keamanan)" kata Dony Oskaria.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ribuan perlintasan sebidang yang menjadi target perbaikan merupakan warisan dari era kolonial Belanda. Kondisi ini telah menjadi permasalahan transportasi yang belum terselesaikan selama berpuluh-puluh tahun di Indonesia.

Pemerintah berencana menuntaskan persoalan ini melalui dua skema utama, yakni pembangunan jembatan layang (flyover) atau penyediaan pos penjagaan yang memadai di setiap titik perlintasan.

"Ya sudah lah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut" ujarnya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Instruksi perbaikan ini ditekankan saat Presiden berada di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penentuan metode pelaksanaan di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di setiap lokasi perlintasan.

"Apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksanaannya kita tunjuk" tambahnya Prabowo Subianto.